Gammi-gammi, Kuliner Daerah Penggugah Selera Makan

Sabtu, 01 September 2018

Pernah mendengar istilah ini, mak? Gammi-gammi adalah salah satu dari sekian banyak kuliner khas daerah bugis. Jika diartikan secara bebas, gammi-gammi dalam bahasa daerah bugis khususnya Sengkang, bisa diartikan cobek-cobek.

Di daerah Bugis, khususnya Sengkang, gammi-gammi hampir selalu identik dengan rasa pedas dan asam serta rasa gurih yang berpadu jadi satu. Rasa asam pada gammi-gammi bisa berasal dari mangga, jeruk, asam atau buah-buahan lain yang bersifat asam. Sementara rasa gurih didapat dari kemiri yang disangrai atau dibakar terlebih dahulu.

Uniknya, gammi-gammi ini tidak hanya satu macam, tetapi bisa dibuat beberapa variasi. Pada dasarnya, bahan untuk membuat gammi-gammi itu sama, yaitu cabai, dan garam. Bahan yang dibuat gammi itulah yang akan menjadikannya bervariasi.

Penasaran, mak?  Yuk,  mengenal beberapa jenisnya lebih dekat. Bisa jadi menu pilihan buat teman makan nasi lho :)

Gammi Lambace.

Ini adalah gammi yang hampir setiap hari disajikan dalam menu sehari-hari. Cara membuatnya mudah banget, mak.
Cukup mengulek cabai rawit/ cabai besar  bersama garam dan beberapa biji kemiri yang sudah disangrai/dibakar. Terakhir tambahkan tomat mengkal yang juga sudah dibakar atau digoreng. Bagi yang suka, bisa menambahkan terasi dan gula merah sesuai selera.

Selain buat teman makan nasi,  gammi lambace ini juga bisa menjadi cocolan buat ubi goreng/rebus, pisang goreng/rebus atau sukun. Untuk membuat rasanya lebih oke, biasa ditambah dengan perasan jeruk purut (di daerah bugis disebut Lemo Raung) dan kemangi.

Gammi Caneneng  

Cara buatnya sama dengan gammi lambace, hanya saja tomat diganti dengan caneneng, yang dalam bahasa Indonesia artinya belimbing wuluh. Gammi ini sangat pas dihidangkan dengan ikan bakar.

Gammi Bale.

Bale, dalam bahasa Indonesia berarti ikan. Ikan betok dan ikan sepat adalah dua jenis ikan yang paling sering dibuat gammi ini. Hal ini bertujuan untuk menambah rasa gurih pada ikan, juga memudahkan memilah antara daging ikan dan durinya, mengingat kedua jenis ikan ini memiliki duri yang sangat banyak. 

 Caranya juga simpel, mak. Cukup mengulek cabai, garam, kemiri bakar, lalu ditambah perasan air jeruk purut, atau kadang-kadang diganti dengan cacahan mangga muda atau belimbing wuluh. Lalu ikan betok atau sepat yang sudah dibakar, ditekan-tekan memakai ulekan (jangan sampai hancur, cukup agar duri ikan mudah terlepas saja) sambil dicampur dengan cabe yang sudah diulek tadi. Untuk  gammi bale, cabai yang dipakai biasanya cabai yang masih berwarna hijau. 

Gammi Pijja Bale. 

Pijja bale (ikan kering)  yang dibuat gammi, bisa berupa ikan air laut atau air tawar. Cara membuatnyapun tidaklah sulit. Cukup memanggang ikan kering yang dikehendaki, lalu menumbuknya sampai agak hancur dengan cabai rawit dan  menambahkan minyak kelapa asli. 

Aroma wangi  yang keluar dari ikan kering bakar dan minyak kelapa asli inilah yang menggugah selera makan. Namun bagi yang mengidap penyakit darah tinggi, tentunya tidak dianjurkan untuk menyantapnya.

Gammi lengga.
Selain bahan yang disebut di atas, lengnga adalah salah satu bahan yang juga bisa dibuat gammi.  Lengnga  atau wijen digongseng lalu ditumbuk pakai garam. Cara makannya ditabur diatas nasi. 

Gammi  ini biasa jadi bekal untuk petani pada saat ikan sedang mahal. Nasi hangat yang ditaburi gammi lengnga akan terasa lebih nikmat bila disantap dengan  labu kuning yang dimasak pakai santan.
Nah itulah sebagian  gammi-gammi  yang poluler di daerah bugis. Silahkan mencobanya ya, mak 😊

3 komentar

  1. Aku gak tahu makanan gami-gami ini:) kalau ada gambarnya mungkin bisa lebih pas ya. Btw kayaknya makanan ini enak ^^ heheh

    BalasHapus
  2. Ohh... cobek2 ya kak Ida. Awalnya bingung apa sih gammi gammi. Setelah baca blogx jadi paham. Alhamdulullah sdh pernah nyicipin semua aneka gammi diatas, tp baruntahu namanya skg hahaha...

    BalasHapus