Sabar Menghadapi Masalah

Senin, 20 Agustus 2018

Jangan menyesali kejadian yang sudah berlalu, karena sesal, sedih, kecewa dan rasa duka takkan menghapus kejadian yang sudah berlalu.


Cukup tegarkan diri, kuatkan hati dan kokohkan keimanan untuk dapat menerima semua  takdir yang telah digariskan Allah.Bersabar atas qadha dan qadar-Nya adalah sebaik-baik senjata untuk menghadapi masalah. Meyakini bahwa semua terjadi atas kehendak-Nya adalah sebaik-baik penghibur yang menenangkan jiwa.

“Tidaklah menimpa suatu musibah kecuali dengan izin Allah. Barang siapa yang beriman kepada Allah maka Allah akan berikan petunjuk ke dalam hatinya.” (Qs. at-Taghabun: 11)

Ikhlas, sabar dan ridha atas sebuah kejadian takkan pernah tercapai, kecuali dengan usaha yang tak mudah atas, izin-Nya. Maka mohonlah kepada Yang Maha Mengabulkan agar diberi kekuatan dan keikhlasan untuk menghadapinya.

Yakinlah, apa yang terjadi telah tertulis dalam ketetapan-Nya. Katakan pada diri, bahwa tak ada satu kejadianpun yang terjadi kecuali ada hikmah di baliknya. Dia tak mungkin salah membuat suatu ketetapan. Hanya terkadang hati kita begitu lemahnya untuk dapat menangkap hikmah yang besar.

Berkeluh kesah, larut dalam kesedihan, menangisi masalah, takkan pernah membawa kita ke mana-mana, selain kepada kekecewaan yang berkepanjangan. Duduk merenung memikirkan kejadian yang telah lewat hanya akan menguras energi kita.

Cobalah sesekali berpaling ke belakang. Lihat jejak duka yang telah kita lalui sebelumnya, kemudian sibaklah tirai duka itu. Betapa  nikmat dan limpahan kasih-Nya yang tercurah setelah segalanya berlalu. Adakah hati kita cukup peka untuk menangkapnya?

Kemudian katakan pada diri sendiri bahwa musibah yang menimpa sesungguhnya adalah cara Allah untuk mengganti dengan sesuatu yang lebih baik. Berbaik sangkalah, dan yakinlah akan janji-Nya bahwa segala yang menimpa sesungguhnya adalah cara Allah untuk membersihkan kita dari kesalahan dan dosa.

"Tidak ada musibah apa pun yang menimpa seorang muslim, berupa keletihan, penyakit, kegalauan, kesedihan, kezaliman, sakit hati, sampai duri kecil yang menusuknya, kecuali dengan sebab itu Allah ta’ala akan menghapus kesalahan-kesalahannya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Sa’id Al-Khudri dan Abu Hurairah radhiyallaahu ta’ala ‘anhuma]

Maka mintalah kepada-Nya untuk menguatkan kita menjalani qadar-Nya, serta mohonlah agar senantiasa diberi jalan keluar terbaik dari masalah yang menimpa. Berusahalah untuk senantiasa sabar, karena sesungguhnya pertolongan Allah itu akan datang seiring kesabaran.

“Sesungguhnya pertolongan itu (akan datang) bersama dengan kesabaran.” (HR. Ahmad)

Posting Komentar