Peppi adalah nama yang dipakai di daerah bugis untuk menyebut ebi, yakni udang kecil yang dikeringkan.
Bagi sebahagian orang, peppi masih sangat asing sehingga tak jarang mereka bingung untuk mengolahnya. Dalam.dunia kuliner, ebi sudah lumrah dipakai di beberapa daerah sebagai penambah rasa pada masakan/makanan.
Si daerah bugis, khususnya daerah Sengkang, peppi sangat akrab dan banyak dikonsumsi serta disukai oleh hampir seluruh lapisan masyarakat. Selain murah dan mudah didapat, peppi juga dapat menggugah selera makan.
Berikut adalah dua contoh olahan peppi yang sering menjadi menu harian.
Sambala Peppi
Cara membuatnya sangat mudah.
Cukup mengulek cabai, bawang merah, tomat dan garam (sesuai selera), lalu ditumis sampai harum. Setelah harum, masukkan peppi lalu ditumis sampai rata. Tak perlu lama menumisnya. Kalau bumbu sudah tercampur rata, angkat dan siap dihidangkan.
Gammi Peppi.
Ini cara olahnya lebih sederhana lagi. Ada yang suka mengolahnya secara langsung tanpa disangrai dulu. Biasa dicampur dengan mangga muda atau mengkal.
Cukup mengulek cabai dan garam, lalu campurkan peppi mentah. Aduk rata, lalu siap dicampur dengan cacahan mangga atau dibuat rujak.
Kalau saya lebih suka mengolah peppi dengan cara menyangrainya dulu. Disamping lebih wangi, juga lebih suka dengan teksturnya yang kriuk. Olahan ini enak dimakan pakai nasi hangat. Apalagi jika ditambah perasan jeruk purut, hmmm, sungguh menggugah selera. Cocok dengan sayur bening.
Kesukaan ...
BalasHapusMurah meriah, mudah didapat dan mudah mengolahnya :)
Hapus