Hadir, Bukan Sekedar Ada

Sabtu, 25 Juli 2020

Insight hari ini maasyaa Allah bikin mewek. Betapa tidak, masalah yang selama ini terpendam sekian lama, dijawab Allah dengan cara yang indah 💝

Sejak pukul 10 pagi mantengin video sebelum persiapan ikut kelas siang hari, sudah membuat hati meleleh. Ya Rabb, inikah penyebab dari semua "masalah" yang mengganjal? Keberadaanku di tengah keluarga yang kehadirannya tak dirasakan. Jadi kemana aku selama ini?

Banyak pertanyaan yang kemudian berbaris hadir, dan jawaban-jawabannya lalu begitu saja beruntun datang bagaikan manik-manik yang terlepas dari ikatannya. Maasyaa Allah.

Bahagia, haru, sekaligus lega membuat mata ini berlinang diselingi tawa di tengah pembahasan Learning Style 😥

OMG. Baru tau kalau diri ini adalah orang yang type promoter, dan suami type analyzer. Pantas saja selama ini aku lebih banyak ngambek setiap berusaha untuk berkomunikasi 😁
Daripada ujung-ujungnya ngambek lagi, mending ngomong yang perlu-perlu aja. Sisa kata-katanya dijadiin tulisan, he he

Maasyaa Allah. Betapa terkagum-kagumnya diri ini melihat pengaturan Allah kepada hamba-Nya. Sungguh Dia tak salah memberi pasangan. Ibarat gelas, tutupnya pasti tepat. Ibarat toples, tutup yang cocok pastilah pasangan yang sekarang ada bersama kita. Aku sering menganalogikannya seperti itu.

Hoaaaa, pantas saja selama ini komunikasi begitu susah terjalin. Aku yang typenya heboh, gercep dan paling sebel dengan kata "gak bisa", Allah pertemukan dengan pasangan yang semuanya mau ditimbang A-Z. Dikit-dikit ditimbang, dihitung, dipikirkan...
Rabbi, ternyata semua itu Engkau hadirkan untuk menutupi kekuranganku. Aku yang belum paham 😭😭😭


"Orang tak perduli seberapa besar anda tau, sampai mereka tau seberapa besar anda peduli."

Satu kalimat lain yang kembali membuat basah kedua sudut mataku...
Aku sayang keluargaku, aku ingin mereka bahagia, tapi bisa jadi mereka tak paham perasaanku. Aku mungkin belum menyampaikan pesan ini kepada mereka dengan cara yang tepat, sehingga  kesan yang tertangkap  oleh mereka adalah aku kurang perduli. Aku belum mengkomunikasikan responku dengan baik 😥 

Aku masih harus banyak muhasah, mengambil jeda sejenak untuk memperbaiki langkah kembali, terus belajar dan berusaha memahami mereka dan mencoba keluar dari "diriku" yang selama ini. Diri yang terbentuk oleh takdir dan masa. 😥




Alhamdulillah, hari ini betul-betul Allah bukakan katup penyumbat yang selama ini membuatku seperti berada di ruang hampa. Maka nikmat Tuhan yang mana lagikah yang akan engkau dustakan?

Tak rugi rasanya melepaskan acara lain (sharing tentang bisnis) demi mengikuti acara ini. Ini jawaban dari tanya panjangku, ini pilihan yang Allah berikan dari dua pilihan yang harus kutentukan tadi pagi. Berada di kelas ini seperti mengurai benang kusut satu persatu hingga menjadi untaian yang indah. Mulai terlihat ujungnya. Alhamdulillah.

Presence, kehadiran jiwa dan raga seutuhnya dalam sebuah ikatan itulah yang akan menghadirkan Warmth yang kemudian akan menghasilkan power kita untuk bisa berkomunikasi dengan baik kepada orang-orang sekitar, ini yang kuberi garis bawah yang teba.

Banyaaaak banget yang bisa dipetik menjadi hikmah dan pembelajaran dari training ini. Di kelas ini aku merasa betul-betul seperti dipaksa untuk menyelami lebih dalam  satu persatu peran yang kuambil. Dan di saat bersamaan, tombol-tombol value yang selama ini terabaikan, dapat terpantik kembali. Ibaratnya, kita harus keluar dari diri sendiri dan melihatnya dari luar. Sudahkah kita menjalanka segala amanah yang Allah titipkan seperti seharusnya?

4 komentar

  1. masya Allah, Kak Ida .. semoga ki' selalu jadi pembelajar lalu saya pun belajar dari Kak Ida.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Doa yang sama. Kita saling berbagi diih. Saya juga banyak belajar dari tulisan-tulisanta :)

      Hapus