Hari ini rencananya seharian mau menggunakan waktu untuk memuroja'ah materi buat persiapan ujian malam harinya. Kondisi kesehatan yang agak menurun, padatnya kajian dan pembelajaran daring beberapa hari belakangan ini menyebabkanku agak sulit membagi waktu untuk murojaah di hari-hari sebelumnya. Apa boleh buat, hari ini harus ngebut.
Dari sekian banyak materi di kelas ini, membaca i'rob merupakan materi yang tak mudah bukan saja bagiku, tapi juga bagi teman-teman lain di grup.
"Bundaaa, aku tiba-tiba kena beser nih, ingat mau ujian."
"Hadeuh, mau UAS, tiba-tiba kayak banyak kunang-kunang di mata."
"Aku bingung bunda, mau belajar aja gak tau mulai dari mana."
"Lihat buku aja salah, apa lagi ujian. Pokoknya, aku pasraaah."
Ini adalah curhat para penghuni grup yang kadang membuat kami saling berbalas dengan joke-joke yang saling menghibur, lalu dibalas oleh pembina kelas seperti ini :
"In syaa Allah ujiannya mudah kerjakan semampunya...
Kerjakan dengan hati riang dan gembira 😊 Tetap semangat 💪"
"Pak ustad, biar kami ngga stress kasih kunci jawabannya, pan ini bulan baik dan hari baik. Pahalanya besar lho meringankan beban muridnya, hi hi hi. Maaf pak ustad, biar bisa ketawa. Saya sedang menghapal ini teh, baca lagi dari awal malah lieur."🙏🙏🙏
Salah satu bunda membalasnya dengan candaan yang memancing suasan kelas jadi ramai.
Maasyaa Allah, bersyukur bisa bergabung di komunitas ini. Meski berasal dari berbagai daerah dan dengan latar usia yang beragam (antara 30 - 67 tahun), tetapi suasana kelas selalu ramai dengan percakapan yang kadang diisi dengan candaan-candaan ringan yang membuat suasana grup jadi segar. Kami saling mensupport dan saling menyemangati. Beda usia sepertinya tak berarti lagi.
Kubuka catatan materi.
Fiuuhhh, benar juga, beberapa istilah membuatku harus membaca berulang-ulang penjabarannya. Butuh menelaahnya perlahan. Dan seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya, jika mendapat satu materi yang belum kupahami betul, maka materi tersebut kutulis ulang kembali poin-poin pentingnya. Menulis sekaligus membaca sambil menelaahnya, biasanya membuatku lebih mudah memahami.
Rencananya sih mau menyelesaikan materi dalam sekali duduk, tapi antara hati dan badan ternyata tak mau berkompromi. Selesai menulis materi pertama, ajakan hati untuk keluar melihat tanaman tak bisa ditolak. Menulis lagi sebentar, eh... kok malah ingin nonton siaran Diacovery Channel. Berulang alasan silih berganti mencoba menjauhkanku dari buku catatan. Ya sudah, usai sholat duhur kuputuskan untuk rehat sejenak. Daripada stress 😅
Alhamdulillah, usai rehat dan sholat ashar, perasaan jadi lebih santai. Usai sholat magrib, murojaah selesai. Ujian baru dimulai jam sembilan. Masih banyak waktu buat membaca kembali ringkasan poin-poin yang sudah kutulis. Usai sholat isya, kupergunakan waktu untuk berdzikir, berdoa mohon kemudahan.
Bersyukur atas segala kemurahan-Nya yang mempertemukanku dengan orang-orang hebat di beberapa grup daring, yang dari mereka aku beroleh banyak manfaat, spirit, pembelajaran juga doa. Alhamdulillah, malam ini ujian bisa kulalui dengan lancar. Ujian yang tidak saja menguji sejauh mana pemahamanku terhadap materi yang selama ini kuperoleh, juga untuk membuktikan kata-kata bijak bahwa hasil tak akan menghianati usaha. Semoga Allah memberkahi ukhuwah ini, dan terus terjalin hingga ke jannah-Nya kelak. Aamiin 🤲💝
Posting Komentar