Tentang Kezaliman

Rabu, 06 Mei 2020

Tadi siang ngobrol sama saudara tentang kezaliman. Bahwa betapa orang yang dizalimi itu terkadang tau bahwa dirinya dizalimi namun tak bisa berbuat apa-apa. 

Ada yang berontak, protes atas kezaliman yang dialaminya, namun akhirnya hanya bisa terdiam sambil menelan kepahitan yang dialami.

Berapa banyak kezaliman yang nyata terhampar di mana-mana namun belum juga bisa dihentikan. Yang terzalimi merasa tak berdaya, sementara yang menzalimi makin berkuasa menyebar kesemena-menaan, makin meraja lela. Teriakan, cemoohan, peringatan, tak juga membuatnya terhenti. 

Kisah-kisah menggemaskan yang terjadi di sekeliling kita akhir-akhir ini kadang membuat banyak orang menjadi greget. Geram, tapi tak berdaya. 


Ketak berdayaan yang akhirnya membuat mereka yang teraniya hanya bisa mengadu pada Rabb Sang Maha Mendengar Pinta. 

Satu, dua, tiga, hingga bilangan tak terkira dari hati-hati yang menangis bersatu melangitkan pinta atas ketidak adilan yang menimpa. Kira-kira bagaimana pendapatmu?

Tidakkah kalian goyah, wahai yang merasa di atas awan, atas tangisan para janda atau anak-anak yang seketika menjadi yatim atau piatu? 

Tidakkah batinmu tersentuh atas jiwa- jiwa yang merintih karena kehilangan hak yang seharusnya mereka nikmati, tapi harus terhempas kecewa disebabkan ketidak adilan   yang menimpa mereka?

Tidakkah hatimu bergidik atas bersatunya pinta di bulan Maha Mulia ini? 

Mereka para manusia lemah di pandangmu, sesungguhnya tengah menghimpun kekuatan melalui isak tertahan mereka. Mereka mengadukan duka mereka kepada Zat Yang Maha Mendengar dan Maha Berkuasa.

Merasa cukup amankah atas balasan yang mungkin saja akan Allah timpakan di saat lengahmu?

Belajarlah dari sejarah! Betapa Fir'aun dimusnahkan ketika berada di puncak kepongahannya. Ambillah ibrah dari kisah-kisah pendahulu. Keangkara murkaan takkan pernah berakhir dengan bahagia.

Takutlah wahai yang merasa memiliki segala, atas doa-doa mereka yang teraniaya, karena sesungguhnya tak ada sekat antara aduan lirih mereka dengan Rabb Yang Maha Mengabulkan Doa.

Kemarin, kini dan esok mungkin engkau masih diberi kebebasan untuk terus melakukan kesewenang-wenangan. Tapi tahukah, bahwa sesungguhnya itu hanyalah penundaan waktu yang diberikan agar engkau semakin bergelimang dalam kekhilafan, lalu seketika itu pula segalanya akan terhenti oleh-Nya.

“Takutlah kalian terhadap kezaliman, karena kezaliman nantinya akan menyebabkan kegelapan pada hari kiamat.” (HR Muslim)

Mengomentari hadits di atas Ibnul Qayyim Al Jauziyah berkata,
“Subhanallah, saat seorang zalim bergelimang kenikmatan, berapa banyak air mata para janda mengalir karenanya, berapa banyak hati anak yatim terbakar olehnya dan berapa banyak air mata fakir miskin mengalir disebabkan karena kezalimannya.” (Badaiul Fawaid 3/762)

Pun  Allah SWT mengingatkan:
“Kami akan menarik mereka dengan berangaur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh.” (QS Al-A’raf : 182-183)

Imam Hafidz Ibnu Rajab Al-Hanbali berkata:

Artinya, “Yang sering terjadi adalah pelaku kezaliman akan disegerakan hukumannya di dunia meskipun Allah memberinya tenggat waktu. Karena Allah memberinya kelonggaran sehingga ketika Allah menghukumnya dia tidak akan selamat (dari hukuman Allah).”

Semoga Allah senantiasa menjaga kita dari kezaliman, dizalimi atau menzalimi. Aamiin.


Posting Komentar