Setelah pertemuan terakhir bebrapa pekan lalu, hari ini aku mendengar suaramu lagi. Masih sangat perlahan dan tertahan seolah tertindih beban sangat berat.Tanpa segan lagi, akhirnya kau tumpahkan tangismu, tak seperti biasa.
Menangislah, jika itu bisa mengurangi laramu. Meraunglah, jika dadamu terasa lega karenanya, tapi jangan pernah berkata bahwa engkau tak sanggup lagi menghadapinya. Jangan pernah bertanya “mengapa”, karena jawaban yang akan engkau dapat tak akan pernah membawamu keujung jalan penyelesaian persoalan yang sedang engkau hadapi.
Tahukah kau? Sesungguhnya tak akan pernah ada hati yang rela menerima cobaan berat untuk dipikulkan ke pundaknya. Pasti semua akan menolak. Mengapa?
Karena kita belum belajar ikhlas menerima takdir yang ditetapkan-Nya atas kita dan masih kurang meyakini bahwa tidaklah Allah memberi setiap cobaan kepada seorang hamba melainkan pasti telah diberi kekuatan untuk memikulnya. Allah telah menjaminnya. Bukankah Tuhan kita Yang Maha Penyayang telah menyatakannya, “Laa yukallifullahu nafsan illa wus’ahaa” (QS. Al-Baqarah: 286)?
Belum cukupkah kata itu menjadi penguat untukmu berbangkit? Lihat, Dia tidak akan memberi ujian kepada seseorang melainkan sesuai kesanggupanya. Engkau passti sanggup. Dia sendiri yang mengatakannya. Engkau diberi ujian itu karena Sang Maha Pengasih mengetahui bahwa engkau pasti bisa menghadapinya. Jadi mengapa engkau ingin menenggelamkan dirimu dalam duka yang panjang, seolah tak ada lagi harapan untuk keluar dari permasalahanmu? Bukankah setiap jalan pasti berujung, dan setiap pintu yang tertutup pasti mempunyai kunci agar kita dapat membukanya. Kau hanya perlu kuat untuk mulai berdiri dan menepis segala bisikan yang ada pada dirimu yang mengatakan bahwa kau tak kuat lagi.
Tahukah kau, di balik tubuh kecilmu yang lemah gemulai sesungguhnya Allah ciptakan kekuatan yang belum tentu dimiliki oleh wanita lain jauh lebih besar darimu.
Ya, engkau pasti kuat, karena ternyata engkau yang menjadi pilihan-Nya untuk memilul beban seberat itu. Maka bangkitlah! Kuatkan hatimu dan mohonlah perlindungan pada-Nya dari setiap bisikan yang akan melemahkanmu.
Ingatlah, betapa Allah menjajikan sesuatu yang indah dari setiap susah dan derita yang engkau hadapi seperti yang dikatakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam : “Tidaklah ada sebuah kesusahan, kekalutan, keletihan, penyakit, kesedihan maupun gangguan yang menimpa seorang mukmin melainkan Allah pasti menghapuskan sebagian dosa kesalahaan-kesalahannya, bahkan duri yang menusuknya sekalipun” (Muttafaqun ‘alaih)
Lihat, betapa sayangnya Allah padamu. Bukankah ketika sekolah dulu kitapun sering diuji untuk naik ke tingkat selanjutnya? Maka terima dan laluilah ujianmua ini dengan sabar dan ikhlas. Mohonlah agar Dia memberimu kekuatan untuk melaluinya. Bangkitlah! Engkau bisa!
Saudariku, engkau mungkin akan kehilangan kebebasannu, kehilangan hartamu atau bahkan kehilangan orang-orang yang engkau cintai, dan tentu saja engkau pasti akan sangat sedih karenanya. Engkau pasti berduka, tapi jangan pernah membiarkan jalan terbuka agar si pembisik dapat menelusup ke dalam hatimu dan menggoyahkan keyakinanmu akan kasih sayang Rabb kita.
Bersabarlah atas takdir yang ditentukan untukmu dan yakinlah akan buah manis atas kesabaran yang kini diujikan atasmu.
“...Sesungguhnya, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)
*Tulisan ini kubuat khusus untukmu saudariku fillah, (Q), Semoga Allah menguatkaanmu. Aamiin
Posting Komentar