Corona
Tiba-tiba saja nama ini membuatku bergidik. Khawatir. Takut
Aku bergidik mendengar berita yang booming di mana-mana.
Berita yang membuat rasa khawatirku menguar
Aku takut, sangat takut...
Takut jika diriku, atau orang-orang yang kucintai akan terjangkit.
Was-was dan khawatir hampir menyita setiap desah nafasku. Apakah besok aku atau keluargaku yang terjangkit?
Was-was dan khawatir yang berujung pada ketakutan yang mendalam. Takut akan kematian...
Ya, di sanalah bermuara segala rasaku. Aku belum siap.
Aku meringkuk, berusaha melindungi diri dan orang-orang yang kucintai darinya. Aku berusaha lari hingga terengah...
Dan di ambang keputus asaan, secercah sinar menelusup ke sanubariku. Laa hawla walaa quwata illa billah.
Bukankah segala kejadian berlaku atas izin dan kehendakMu?
Bukanka corona juga sesosok makhluk yang Engkau cipta serupa denganku?
Ya, tidakkah Engkau ciptakan makhluk-Mu melainkan untuk bertasbih memuja ke Esaan-Mu
Astagfirullah. Maafkan aku ya, Rabb.
Aku hanyut pada ketakutan yang nyaris mengikis aqidah dan imanku.
Takut yang hampir membutakan mata batinku dan menggoyahkan fitrahku sebagai mahluq cipta-Mu. Takut yang nyaris melalaikanku atas QadarMu.
Maka kuatkan imanku, ya Rabb.
Jangan biarkan aku sekejap matapun tanpa perlindungan dan penjagaan-Mu.
Lindungilah orang-orang yang aku cintai dari segala bala dan bencana. Dan tetapkanlah kebaikan atas kami, agar senantiasa dapat memperbaiki iman dan taqwa kepada-Mu. Aamiin.
Posting Komentar