"Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menggangkat ilmu dengan sekali cabutan dari para hamba-Nya, akan tetapi Allah menanggkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. mereka sesat dan menyesatkan.“ (HR. Bukhari)
Dua hari berbalut duka.
Ketika Allah mencabut sedikit demi sedikit ilmu dengan mewafatkan para pewarisnya.
Rahimahumallahu, ust. Ishaq Subu dan ust. Abd. Rohim, dua sahabat yang dipanggil Allah hanya jeda sehari. Siapa yang pernah menyangka?
Rahimahumallahu, ust. Ishaq Subu dan ust. Abd. Rohim, dua sahabat yang dipanggil Allah hanya jeda sehari. Siapa yang pernah menyangka?
Mereka berdua telah usai mengemban tugas. Langkah mereka dalam menegakkan dakwah ilallah telah sampai ke ujungnya. Tonggak dakwah telah mereka tancapkan dengan kokoh. Sekarang tugas kita yang masih Allah titipkan denyut nafas untuk mengambil sikap dengan sigap. Akankah melanjutkan estafet dakwah tersebut, ataukah hanya mau mengambil posisi duduk manis di samping panggung dakwah sebagai penonton?
Mengajak manusia kepada jalan Allah, sejatinya adalah pekerjaan mulia. Sayangnya tidak semua mau menggerakkan lisan mereka untuk mengajak manusia menempuh jalan Allah. Tidak mudah. Butuh kesabaran juga ketegaran untuk dapat melaluinya. Sabar atas semua ejekan, cemooh dan cibiran, juga sabar dalam menuntut ilmu sebagai bekal dalam mendakwahkan addin ini. Harus tegar dalam menghadapi cobaan dari banyak pihak. Jika bukan atas pertolonganNya, rasanya mustahil manusia akan selamat dari coba dan fitnahnya.
Mereka, rahimahumallah telah meninggalkan jejak yang sangat terang dan jelas. Selanjutnya terserah kepada kita. Akankah mengikuti jejak beliau, mempertegas dan memperjelas jejak dakwah kebaikan yang mereka tinggalkan, ataukah akan membiarkan jejak itu lenyap tertiup zaman?
Sejatinya, mengajak kepada kebaikan tak harus dari panggung ke panggung. Tak selalu harus di hadapan puluhan, ratusan, atau ribuan pasang mata. Ibda' binafsik. Mulailah dari diri sendiri.
Membujuk diri untuk meninggalkan kesenangan duniawi yang gemerlap kepada kepada jalan Allah yang berliku, tidak semudah melintasi jalan bebas hambatan. Tidak semua orang mau dan sanggup melakukannya. Harus melalui banyak rintangan. Dan hanya mereka yang Allah pilih saja mampu menjalaninya.
Membujuk diri untuk meninggalkan kesenangan duniawi yang gemerlap kepada kepada jalan Allah yang berliku, tidak semudah melintasi jalan bebas hambatan. Tidak semua orang mau dan sanggup melakukannya. Harus melalui banyak rintangan. Dan hanya mereka yang Allah pilih saja mampu menjalaninya.
Maka beruntunglah orang-orang Allah pilih untuk mengembannya. Mereka yang lewat lisannya mengajak orang-orang meninggalkan kejahilan menuju kasih sayang Allah. Mereka yang Allah janjikan pahala yang berlipat sesuai beratnya ujian yang mereka hadapi dalam menempuh jalan dakwah.
"Maka siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata,'Sungguh, aku termasuk orang-orang yang berserah diri'." (QS. Fushshilat: 33)
Mereka yang mengajak manusia meninggalkan gelapnya maksiat kepada terangnya jalan Allah. Mereka, para manusia pilihan yang diseru Allah untuk melanjutkan tugas para rasul untuk menyampaikan kebenaran.
"Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik." (QS. An-Nahl : 125)
Mereka inilah yang Allah janjikan limpahan pahala dan banyak kebaikan di dunia dan akhirat.
"Sesungguhnya Allah , malaikat dan para penghuni langit dan bumi, sampai seekor semut dan ikan di laut mendoakan orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia." [HR. At-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani]
Semoga mereka rahimahumallah diberi limpahan kebaikan, dilapangkan kuburnya, dan ditempatkan ke sebaik-baik tempat kembali di JannahNya. Aamiin
Amin.
BalasHapusMerindingka bacaki, fenomenanya sekarang adalah betapa banyak yang mengaku berilmu padahal tidak.
Semoga kelak akan banyak yang menyadari betapa pentingnya ilmu tentang agama, sehingga lebih banyak yang menjadi pengingat ketika manusia khilaf atau lalai.Aamiin.
HapusMasyaAllah saya belum bisa sampai tahap itu Kak
BalasHapusInsyaa Allah bisa. Dakwah tak harus di atas panggung. Memulai dari diri sendiri agar melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya, sudah termasuk berdakwah :)
HapusAamiin...
BalasHapusSemoga kita semua di beri kesempatan untuk berada di jalan yang Allah tunjukan
Aamiin. semoga Allah mengijabah doa kita.
HapusBismillah, masya Allah, semoga kita semua bisa mengikuti jejak beliu,bisa berda'wah sampai akhir hayat.
BalasHapusAamiin. Allahumma aamiin
HapusAamiin. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah melapangkan kubur beliau-beliau.
BalasHapusAamiin, yaa Rabb
Hapus