Safar beberapa hari di penghujung tahun ini kumaknai sebagai suatu hadiah dari Allah untukku agar lebih memahami peranku sebagai seorang ibu. Mereka, keempat anakku beserta menantu dan kedua cucuku, adalah hamparan luas yang Allah hadirkan untukku belajar dan mengambil banyak hikmah dari pribadi dan karakter mereka. Sebuah gambaran masyarakat umum dalam skala kecil.
Dengan safar bersama, kami makin saling memahami satu sama lain. Dari obrolan-obrolan kecil selama safar yang terlontar dengan santai dan canda, adalah cara jitu untuk mengungkap perasaan masing-masing yang bisa jadi selama ini tersimpan rapat.
Perjalanan selama 4 hari makin membuatku tersadar, betapa setiap anak memiliki kepribadian yang unik dan "keakuan"nya sendiri. Aku kadang seperti bermimpi, begitu cepatnya mereka berkembang. Mereka berkembang sebagai diri mereka sendiri. Mereka bertumbuh makin dewasa.
Ah, aku yang naif. Selama ini yang tersimpan dalam memoriku adalah mereka yang masih beberapa tahun lalu kukeloni, kusuapi, yang kuawasi setiap langkahnya. Apakah semua ibu berperasaan sama terhadap anak-anak mereka? Entahlah.
Yang jelas banyak hikmah yang bisa kupetik selama safar bersama, yang makin menyadarkanku akan pentingnya peran seorang ibu sebagai madrasatul ulaa. Ibu, yang darinya anak-anak mengambil pelajaran tentang sikap, adab, tutur dan banyak hal. Bahkan aku berpikir, sepertinya hobby orang tua juga bisa menurun ke anak-anak mereka. Seperti mereka, sebagian besar kesukaanku tergambar pada mereka. Buktinya, kami hampir selalu sepakat untuk melakukan hal yang sama 😁
Semoga Rabb Yang Maha Menjaga, senantiasa menjaga langkah kaki mereka dalam kebenaran Aamiin.



Barakallah saudariku. Akhirnya saya berkunjung juga ke blogta. Saya suka tampilan blogta, bikin adem lihatnya.
BalasHapusSyukurnya lagi tulisanta yang ditahun 2011 masih tersimpan. Punyaku sudah hilang entah kemana, hiks.
Terus menulis sayang... biar kita berdua dan penulis-penulis seusia kita terbebas dari penyakit pikun di masa tua. Kita kan belum tua hehehe
wa fiik baarakallah saudariku. Terima kasih sudah meninggalkan jejak, juga atas motivasinya.
Hapushihihi, usia boleh banyak, semangat tetap dipelihara. Semangat berbagi untuk kebaikan, tentunya :)
Baarakallahu fiik, Kak Ida.
BalasHapusSemoga saya juga bisa belajar dari anak-anak dengan cara yang barusan Kak Ida jalani bersama anak-anak.
wa fiik baarakallah.
HapusAamiin, insyaa Allah :)
Tetap semangat dan berjuang terus untuk memajukan anak-anak kita ini, sukses selalu !
BalasHapusyup, semangat. Terima kasih :)
Hapus