Hati-hati Penipuan Berkedok Transfer Dana

Sabtu, 04 April 2015

Ini adalah surat eletronik yang  sudah kesekian puluh kalinya aku terima. 
Dengan redaksi yang mirip,  tetapi dari pengirim yang berbeda. Jika sebelumnya semua berbahasa Inggris,  kali ini mulai pakai bahasa Indinesia,  sok akrab dan friendly. Mungkin karena yang sebelumnya selalu pakai bahasa sono dan gak pernah ku respon,  jadi sekarang mereka ganti ke bahasa Indonesia biar aku ngerti,  hee he.
Sebelumnya gak kepikiran sih buat posting tulisan ini,  tapi karena seringnya dengar teman-teman lain yang kena tipu melalui pesan email,  jadi tergerak untuk menulis ini. Mudah-mudahan ada yang bisa mengambil manfaat dan berhati-hati jika mnerima pesan email seperti ini,  terutama mereka yang masih awam banget, kayak adikku.  ^_^

Ceritanya,  beberapa waktu lalu istrinya nelpon ke aku,  minta tolong agar memperingatkan suaminya (adikku)  agar jangan gegabah megirim uang ke orang yang baru dikenalnya melalui surat elektronik. Teman baru tersebut awalnya mengirim email ke adikku dengan cerita mirip seperti surat yang selama ini aku terima. Ingin mengamankan dana mereka yang nilainya ratusan juta bahkan milyaran dengan berbagai alasan yang mengharukan....
Singkat cerita,  adikku tertarik dan setelah beberapa kali chating via email,  maka disepakatilah bahwa adikku harus mengirim dana sebesar 20 juta untuk pengurusan surat-surat dalam rangka pencairan dan pengiriman dana senilai 700 juta dari teman barunya tersebut yang bertempat tinggal di Belanda.
Segera ku hubungi adikku dan menanyakan kebenaran cerita istrinya. Ia tak membantah. Kemudian kuyakinkan ia bahwa itu adalah modus penipuan dan menceritakan tentang puluhan email serupa yang kuterima sejak beberapa tahun terakhir. Untuk meyakinkannya,  kuceritakan isi email yang selama ini kuterima dan ia mengiykan jika email yang ia terima isinya sama dengan apa yang ia terima. Alhamdulillah,  akhirnya adikku sadar kalau hampir saja ia tertipu...
Dan inilah email yang baru beberapa hari lalu kuterima.
Salam,
Sebelumnya saya minta maaf karena saya bercerita seperti ini kepada Anda melalui email, Saya disini sudah menikah dengan seorang warga negara Amerika dan Kami menetap di United Kingdom London. setelah sekian lama Kami menikah ada sesuatu hal yang baru Saya ketahui dari Suami Saya ternyata Suami saya sudah menikah dengan wanita lain! seorang warga negara Amerika sebelum dia bertemu dengan saya. Dia tidak membawa hal ini untuk memberitahukan kepada saya sebelum kami menikah. Jadi saya berstatus istri kedua saat ini. sebenarnya Saya hidup bahagia dengan Suami Saya, tetapi kedatangan istri pertamanya yang membuat saya merasa tidak nyaman berada di rumah kami. Saya pun berencana untuk mendepositkan uang Suami Saya ke Indonesia, yang dimana uang itu adalah hak Saya sendiri. Jika Saya tidak bertindak cepat sekarang, Saya akan kehilangan segalanya dalam satu detik. Saya berencana untuk mendepositkan uang sebesar £ 5,000,000.00 GBP {lima Juta GBP Pounds Inggris] dan berencana kembali ke Indoneisa. Saya menggunakan hak Saya untuk masa depan Saya nantinya. Apabila Saya tidak bertindak sekarang, akan ada masalah ketika Suami Saya meninggal dunia nanti, karena istri pertamanya memiliki semua koneksi di perusahaan Kami ini saat ini. Jika Anda berniat untuk membantu Saya disini, Saya akan memberikan 30% dari dana Saya kepada Anda untuk usaha Anda. jika Anda bersedia Saya akan mengirimkan kepada Anda sesegera mungkin, saya harap Anda tidak tersinggung dengan pesan Saya. tolong balas pesan Saya. Saya menunggu jawaban Anda. jika Anda kurang berkenan tidak apa-apa, karena disini Saya tidak memaksakan kehendak Anda. sekian dan terimakasih sebelumnya.
Hormat saya, Ulan Rumayah.

3 komentar