Kuas Yang Bikin Heboh

Rabu, 27 Mei 2015

Anak bungsuku yang duduk di kelas 4 Sekolah Dasar dapat tugas dari sekolahnya untuk membuat lukisan dari cat minyak. Maka pergilah ia ke toko peralatan tulis bersama si abang, kakaknya yang tertua untuk membelinya. Sepulang dari toko trrsebut, barang belanjaan dia letakkan di atas meja.

Keesokan harinya, seperti biasa aku membersihkan ruangan dan merapikan segala sesuatunya. Biasalah, tugas rutin emak-emak di pagi hari, menyapu, bersih-bersih meja dan sebagainya. Nah... pada saat bersih-bersih inilah si kuas yang dibeli bungsuku semalam terlihat olehku.

Warna putih pada bulu kuasnya langsung mengingatkan aku kepada share teman beberapa waktu lalu di grup WA trntang kuas bulu babi. Spontan, kuraih kuas tersebut dan memperhatikannya. Ya, cirinya mirip seperti yang disebutkan si teman tadi. Bulu berwarna putih dan "terlihat" lembut. Aku tak mau memegangnya, khawatir kuas tersebut benar terbuat dari bulu babi, iiihhhh.

Kuperhatikan tulisan yang ada di gagangnya, ada tulisan "pure bristle". Persis seperti merek yang disebut sang teman tempo hari. Kaget....
Kuamati bulu kuas tersebut, sama seperti bulu hewan pada umumnya. Dan untuk lebih meyakinkan, kubakar sedikit bulu kuas tersebut. Tak salah lagi, ini adalah bulu binatang. Baunya khas seperti bau benang sutra atau rambut yang terbakar....

Waduh.... gimana dong, kuas ini mau dipakai bungsuku untuk menyelesaikan tugas sekolahnya, tapi bahannya membuatku ragu akan kehalalannya. Yang kutau adalah lebih utama meninggalkan sesuatu yang membuat keraguan terhadapnya. Ya, keraguan yang lebih condong kepada pembenaran akan keharaman kuas tersebut. Dan keraguan Itu makin kuat setelah aku mencari informasi di  internet pagi itu juga. Hampir semua tulisan mengatakan bahwa kuas yang berciri tersebut  terbuat dari bulu babi...

Ya, aku sudah mantap. Bulu apapun yang terdapat pada kuas tersebut, ia telah membuat keraguan. Dan aku harus menghilangkan keraguan tersebut. Kuas tersebut tak boleh berada dalam rumah, apalagi sampai disentuh langsung. Ia harus dienyahkan!!!
Lalu tanpa berfikir lagi, kuas tersebut kulemparkan kedalam bak sampah tanpa harus meminta izin bungsuku. Aku yakin, ia akan faham.

Dari tulisan-tulisan yang kubaca di internet, ternyata selama ini sebagian besar orang tidak menyadari kalau kuas yang mereka gunakan terbuat dari bulu babi. Bahkan dari salah satu postingan mengatakan bahwa kebanyakan industri makanan seperti kue dan roti memakai kuas tersebut. Astagfirullah!!!

Alhamdulullah, dari hasil jalan-jalan di halaman mbah goigle juga akhirnya kutau kalau ternyata ada kok kuas alternatif yang bisa dipakai yang bahannya terbuat dari bahan sintetis atau plastik.  Dan yang penting, kita harus menghindari kuas yang ada tulisan "bristle" karena dicurigai bahwa hampir semuanya terbuat dari bulu binatang yang tidak halal (kebanyakan terbuat dari babi).
Untuk pemakaian kuas sintetis,  mungkin memang kurang praktis untuk  dipakai pada industri makanan karena sifatnya yang tak tahan panas. Tapi semoga alasan tersebut tidak lantas menjadikan mereka kekeh untuk tetap memakai bahan kuas berbahan haram, karena sesungguhnya Allah menciptakan begitu banyak tumbuhan yang bisa kita pergunakan sebagai gantinya. 

Mungkin mereka bisa kembali menggunakan cara nenek moyang dulu, seperti menggunakan daun pisang yang dikoyak-koyak kecil lalu ujungnya disatukan, atau sabut kelapa yang sebelumnya di pukul-pukul dulu unyuk menjadikan serabutnya lebih halus., atau memakai bulu ayam yang lebih oraktis ��

Posting Komentar