Bubur Panggang

Selasa, 10 Februari 2015



Salah satu kelebihan yang Allah anugerahkan kepada wanita adalah kemampuan untuk melakukan beberapa pekerjaan secara bersamaan. Tentunya ini harus disyukuri, mengingat betapa banyak pekerjaan yang akan terbengkalai seandainya saja kita tak diberikan kemampuan tersebut. Benar kan?!

Dalam kegiatan sehari-hari kita sebagai ibu rumah Tangga, melakukan pekerjaan dapur secara bersamaan tentu tak bisa terhindarkan. Misalnya memasak nasi sambil menyiangi sayuran, atau menggoreng ikan sambil ngulek sambel dan sebagainya. Dan itu sudah lazim dikerjakan oleh hampir setiap ibu rumah tangga. Kereen bukan???
Tapi, kadangkala kita juga melakukan kekeliruan dalam pelaksanaannya karena berbagai sebab, misalnya lupa dan sebagainya. Seperti kejadian pagi ini yang akhirnya membuat aku tersenyum sendiri karena tanpa sengaja berhasil menciptakan resep baru yang sayangnya tak bias dikonsumsi, hehehe.

Ceritanya begini. Pagi-pagi usai membantu persiapan si Husnul ke sekolah,  pekerjaan sebagai ibu rumah tangga kulanjutkan kembali, memasak bubur untuk ibu mertua yang sepuh sambil merapikan ruangan dapur. Usai membersihkan ruang dapur, pekerjaan kulanjutkan ke depan, membereskan ruang tamu sambil sesekali menengok isi panci yang sudah mulai mendidih. Setelah bubur agak mengental, kutambahkan kembali air agar bubur menjadi benar-benar lembut. Kukecilkan apinya lalu kembali ke ruangan depan menyelesaikan pekerjaan yang tinggal sedikit. Setelah ruangan tamu beres, kembali kutengok si bubur tadi, masih encer.  Kemudian nyala kompor kukecilkan. Masih butuh sekitar seperempat jam lagi sebelum mengental. Kuputuskan untuk  membuka laptop dan memeriksa file tulisanku yang kebanyakan masih berbentuk draft. Seperempat jam insya Allah bisa kumanfaatkan untuk memperbaiki beberapa tulisan.

Lalu mulailah aku mengedit tulisan yang semalam belum sempat kuselesaikan. Menambah beberapa kalimat dan memperbaiki susunan kalimat yang kurasa perlu untuk kuperbaiki  hingga selesailah sebuah tulisan yang langsung aku posting di blogku. Dan pada saat yang hampir bersamaan, merebak pulalah bau wangi khas  yang   dari arah dapur. “Buburku gosong… “ ucapku sambil bergegas berdiri  lalu berlari kearah dapur. Dan benar saja, si bubur yang tadinya masih encer ketika kutinggalkan, kini berubah bentuk menjadi seperti cake beras yang dihiasi dengan coklat di sana sini…:D

Aduuhhh…kok bisanya  yaa,  aku sampai lupa begini. Kemudian kuambil gambar bubur yang seharusnya sudah bisa kuberikan kepada si ibu mertua, yang kini berubah menjadi bubur panggang yang wangi namun tak dapat dikonsumsi lagi.

*Efek Masak Sambil Menulis




2 komentar