Sebagai seorang ibu rumah tangga, tentu saja pekerjaan membersihkan ikan, udang, cumi ataupun jenis ikan lainnya tidak bisa terhindarkan. Apalagi jika anggota keluarga kesayangan kita sangat suka dengan seafood atau sejenisnya. Tetapi tentunya kita tidak suka dan tidak nyaman dengan bau amis yang dengan setia melekat pada tangan kita setelah membersihkan mereka bukan?
Dulu saya kurang suka mengkonsumsi beberapa jenis ikan, diantaranya Cakalang, karena aroma amisnya itu. Apalagi jika ikannya dimasak, hmmm.. lebih baik saya memilih makan yang lain deh.
Mulanya saya mengira hanya Ikan Cakalang saja yang berbau amis.Ternyata, setelah berkeluarga dan pindah ke kampung suami yang berada di dekat danau Tempe, daftar ikan yang amis makin bertambah panjang, tentu saja menurut penciumanku, karena hampir semua ikan air tawar tercium amis di hidungku. He hehe. Parahnya, disamping pilihan ikan laut yang tak beragam, keluarga besar suami nyatanya lebih suka mengkonsumsi ikan air tawar dibanding ikan laut. Jadi mau tidak mau, saya harus mencoba dan membiasakan diri dengan hal tersebut. Selain itu ikan air tawar juga ternyata mempunyai lendir yang banyak dan tidak mudah hilang. Lendirnya itulah yang melekat di tangan dan meninggalkan bau khas yang tajam serta bertahan cukup lama meskipun sudah sudah diberi sabun dan jeruk nipis.
Lalu suatu hari, setelah menempati rumah sendiri, salah seorang tante berkunjung kerumah dan membantuku bekerja di dapur. Hari itu sang tante berpesan agar dibelikan ikan Gabus kesukaan suaminya. Lalu kuperhatikanlah bagaimana si tante "berjuang" menaklukkan si ikan Gabus yang ulet dan sangat licin tersebut. Setelah melepaskan sisiknya, mengerat dan membilasnya, si tante kemudian meremas campuran garam, kunyit dan asam yang terbuat dari buah mangga muda yang dikeringkan dengan sedikit ait lalu membalurkannya ke potongan-potongan daging ikan tersebut. Saat itu kulihat betapa lendir-lendir yang melekat pada potongan daging ikan gabus tadi dengan mudahnya terlepas, dan daging ikan menjadi kesat.
Nah, dari "pengamatan sepintas" tersebutlah akhirnya saya mencoba berinovasi dengan jenis asam lain, dan akhirnya dapat tahu kalau campuran asam jawa, garam dan kunyit bubuk ternyata lebih ampuh dan cepat menghilangkan bau amis bukan saja pada ikan, tetapi juga pada tangan.
Nah, pengalaman itulah yang akan saya bagikan sebagai berikut:
- Untuk menghilangkan bau amis pada ikan, caranya ialah dengan membalurkan ikan yang telah dibersihkan ke dalam campuran 1/2 sdm garam dengan kira-kira 2 ruas ibu jari asam jawa serta 1/4 sendok teh bubuk kunyit yang diremas dengan kurang lebih 2-3 sendok makan air (untuk sekitar 15 - 20 ekor ikan kembung berukuran sedang), biarkan sekitar 10 menit lalu membilasnya kembali sebelum mengolahnya.
- Untuk menghilangkan lendir penyebab licin pada ikan, caranya hampir sama. Ikan seperti belut dan sebagaiya, dibaluri dengan campuran seperti poin diatas sebelum dibersihkan agar lendir yang terdapat pada ikan luruh sehingga memudahkan kita untuk membersihkannya sebelum diolah.
- Untuk menghilangkan bau amis yang tertinggal di tangan setelah membersihkan ikan, caranya mudah. Kita tinggal membaluri tangan kita dengan campuran garam dan asam/air jeruk nipis sambil menggosok-gosoknya sambil garam larut sendiri dan membawa sisa lendir ikan yang tertinggal di tangan, sebelum mencucinya dengan sabun.
Nah, semoga tulisan ini bermanfaat dan selamat mencoba.
Kalau saya biasanya dikasih jeruk nipis :)
BalasHapusIya mbak Keke Naina, jeruk juga baik. Saya juga sering memakai jeruk nipis. Kebetulan di daerah kami, penggunaan asam jawa untuk memasak lebih populer dibanding penggunaan jeruk nipis. Mungkin karena masih gampang memperolehnya ^_^
HapusMakasih yaa, sudah mampir.^_^
wah ini caranya mirip mirip kayak caranya ibu saya mbak :D trims infonyaa..
BalasHapus