Untukmu Sahabat....

Minggu, 03 Agustus 2014

Di ruangan ini beberapa tahun yang lalu...
Kita berdua duduk  sambil mengisahkan cerita-cerita lalu dan rencana-rencana kedepan.

Berdua kita tertawa lepas, kadang senyum kecut manakala penggalan kisah yang terurai tiada nyaman namun tetap berkesan.

Berdua kita tergelak manakala mengenang kenekatan kita bersama sahabat-dahabat yang lain "mengerjain" guru praktek. Atau ketika seorang guru yang lantas mengusirku keluar dari ruang kelas manakala ia mendapati kita saling melempar kertas ketika menghitung kata "toh" yang terucap dari mulut sang guru...

Sahabat, kala itu kita sedang mencoba menghubungi sahabat yang lain, berusaha berjumpa dengan mereka untuk sekedar mengenang kembali kegilaan masa- masa SMEA kita. Sekitar 5 atau 6 tahun yang lalu??
Sayangnya, kala itu tak seorangpun yang berkesempatan hadir meski engkau sangat menginginkannya....

Di ruang ini, di meja yang berbeda....
Kau ceritakan kisah-kisah yang engkau lalui, suka dan dukamu.
Kadang mengulang kisah yang kita lalui bersama sambil tergelak. Kau ceritakan juga jejak kehidupan yang kau lalui selama jarak memisahkan kita.

Sahabat...kau ceritakan rencanamu untuk berangkat ke Tanah Maha Mulia, bersama sang ibu tercinta dalam waktu dekat.
Kau ceritakan kisah duka dan sukamu bersama suami dan cerita perpisahanmu dengannya...
Kuingat, kala itu aku sering memandangi wajah dan mata berbinarmu. Kau begitu cantik...sangat cantik...
Aku seperti melihat kau puluhan tahun sebelumnya, secantik ketika kita masih di bangku SMEA dulu. Ah....tidak....kau terlihat lebih cantik dan lebih muda...lebih berseri...lebih bercahaya...

Lalu, menjelang  Ashar kita berpisah di bahu jalan depan mall tempat kita bercerita sebelumnya. Kita bersalaman, kita berpelukan  sambil berjanji untuk bertemu keesokan harinya.
Kuingat, saat itu akau tak memberimu kepastian....
Lalu kita saling mengucapkan salam perpisahan...

Aku dan engkau saling berbalik ke arah yang berbeda. Lalu setelah beberapa langkah, kita saling membalikkan diri, menghadapakan hanya masing-masing wajah kita sambil terus melangkah saling menjauh....
Engkau melambaikan tangan yang lalu kubalas dengan senyum...

Sahabat....ternyata itu adalah lambaian terakhirmu, karena dimalam berikutnya engkau benar-benar pergi meninggalkan aku. Meninggalkan sahabat-sahabat yang lain tanpa sempat berpamitan, juga meninggalkan rang-orang yang engkau cintai dengan cara yang sangat tragis...

Selamat jalan sahabat....
Semoga Allah mengampuni dan merahmatimu...

Posting Komentar