Baru saja mengucapkan salam seusai shalat Ied,tiba-tiba seorang ibu muda berdiri dengan wajah panik bertanya kepada jemaah shalat yang lain, apakah ada yang melihat seorang bocah berumur dua tahun memakai baju warna pink.
Seketika itu juga suasana menjadi panik, terlebih lagi setelah si ibu mencari ke sekitar dan tak menemukan si bocah tersebut.
Hal ini tentu saja membuat para jemaah lain sontak berdiri dan bebrapa diantaranya ikut mencari. Karena si bocah tak ditemukan juga, akhirnya si ibu berlarian jauh kedepan, sampai ke jejeran shaf pria.
Seperti yang terjadi di shaf wanita, dari kejauhan terlihat beerapa pria berdiri hampir bersamaan, pasti mereka ikkut terkejut dan berusaha mencari meski hanya dengan pandangan mereka. Otomatis, khutbah Ied pasti tak mereka hiraukan lagi.Dari tempatku, terlihat betapa si ibu panik berlarian kesana kemari mencari si anak.
Bisa kubayangkan, betapa kacau perasaan si ibu, mencoba mencari seorang anak berusia dua tahun ditengah lautan manusia pada suasana seperti ini. Pasti, ibu itu makin gelisah, apalagi di kiri kanan tempat kami melaksanakan shalat kali ini terdapat banyak selokan-selokan besar yang lumayan dalam yang keliatannya baru beberapa hari lalu digali.
Ya, kami shalat Ied diatas jalan aspal agak jauh dari lapangan. Lebaran kali ini memang lebih ramai karena hari yang ditetapkan oleh pemerintah bersamaan dengan Muhammadiyah sehingga suasananya jauh lebih ramai dan padat dibanding tahun sebelumnya.
Beberapa orang ikut sibuk mencari kearah yang berlawanan. Dan setelah setengah jam lebih mencari, khirnya seorang kerabat berhasil menemukan si anak jauh dari tempat si ibu tadi shalat. Si bocah dua tahun berbaju pink tadi sedang berada ditempat penjual balon.
Ufhh...untung saja lapangan tempat kami shalat tidaklah sebesar lapangan di kota-kota besar. Aku tak bisa membayangkan, apa yang akan terjadi seandainya hal ini berlangsung di sana.
Kejadian ini semoga cukup menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih berhati-hati ketika membawa anak-anak kita ke rempat-tempat keramaian. Ada baiknya jika ingin membawa anak-anak terutama yang masih balita ke tempat-tempat umum, hendaknya kita membawa seorang kerabat atau seseorang yang cukup kita percaya untuk ikut membantu mengawasi.
Seperti kasus tadi, mungkin lebih bijak jika kita menyertakan seorang kerabat yang bisa membantu mengawasi selama si ibu melaksanakan shalat Ied, atau jika memang tak memungkinkan, si ibu memang harus lebih tegas memilih antara melaksanakan shalat Ied yang sunnah, atau menjaga si anak yang Allh amanahkan kepadanya sebagai suatu kewajiban.
Posting Komentar