Bismillahhir Rahmanir Rahim
Pagi, ini.
Perasaan ingin menulis seperti hari-hari sebelumnya kembali mendesak-desak. Ku ambil Android yang tergeletak diatas meja, lalu membuka applikasi Bloger yang telah ku unduh beberapa hari sebelumnya. Baru mencoba masuk ke akunku, kendala pertama sudah menghadang. Jaringan! Ya...jaringan inet ditempatku kembali menjadi salah satu kendala yang kadang membuat aku gagal meng upload tulisan atau status-status di akun jejaring sosial yang kumiliki.
Tiba-tiba handphone berbunyi memberi tanda akan adanya pesan sms yang masuk. Kuraih handphone dan kubuka pesan. Isinya berupa penyampaian dari seorang ponakan yang memberitahu bahwa kemarin ia mengirim sebuah voucher hotspot yang bisa digunakan seminggu secara gratis. Alhamdulillah!
Kebetulan quota modemku sudah habis beberapa waktu lalu dan tidak ku isi ulang. Bukannya gak mau, tapi lebih kepada enggan jika tak ingin mengatakan malas. Soalnya seperti sia-sia saja menghamburkan puluhan ribu rupiah tetapi tak terpakai.
Jadi selama jaringan inet gak bersahabat itu aku lebih banyak mengandalkan Handphone untuk mengapload status di akun Fesbuk dan Twitterku. Meski kenyataannya aku lebih banyak offline dari pada online :(
Hal ini tentu saja secara langsung mempengaruhi aku untuk menulis. Terlebih lagi ketika si 'Lepy' akhirnya ikut mogok juga lantaran chargernya rusak. Duhh...lengkap sudah penderitaanku, hiks.
Jujur kuakui, dengan semakin jarangnya bergabung dengan teman-teman maya, sangat mempengaruhi aku dalam menghasilkan tulisan meski ide tak pernah berhenti bermunculan. Tapi ya, secepat mereka hadir, secepat itu pula ide itu beterbangan entah kemana. Apalagi, kadang si ide itu sering bermunculan ketika aku sedang sibuk-sibuknya menjalankan rutinitas sebagai seorang ibu rumah tangga yang nyambi usaha kecil-kecilan. Ohh...nyatanya, bercengkerama dengan teman-teman maya itu seperti mengkonsumsi suplemen ya, soalnya mereka bisa membangkitkan semangat untuk tetap menulis :D :D :D
Serimgkali, ide-ide begitu manis berjejer di otak dan siap untuk kutulis, tetapi disaat bersamaan aku masih sibuk melayani pelanggan yang kadang tak tanggung-tanggung menyita waktu dalam berbelanja, tepatnya memilih barang yang mereka inginkan. Otomatis, ide yang tadinya telah tersusun rapi akhirnya menguap perlahan-lahan sebelum akhirnya buyar sama sekali.
Atau kadang masih ada sedikit ide yang tersisa dan siap kutuang, tetapi rutinitas sebagai seorang ibu rumah tangga /menantu yang tinggal serumah dengan kedua mertua yang mulai sepuh membuat aku terkadang tak sempat untuk menuliskannya. Layaknya mereka yang berusia sepuh, kadang jika menghendaki sesuatu atau memanggil, harus segera dipenuhi. Dan tak jarang, kejadian tersebut bertepatan ketika aku baru memulai menulis sesuatu dan harus kuhentikan seketika untuk bersegera memenuhi penggilan sang ibu mertua, hingga
akhirnya si ide tak pernah tertuang sama sekali :(
Meski ini ku alami selama berbulan-bulan, syukurnya hal tersebut tidaklah menyurutkan sama sekali minat menulisku. Keinginan itu masih terus membara dan mendesak untuk segera terpenuhi. Lalu kutulis apa saja yang terlintas meski tak tuntas. Ya...menulisnya sepotong-sepotong, sampai-sampai di file si Lepy aku memiliki puluhan bahan tulisan yang masih terbengkalai. Belum lagi yang tertulis dilembaran-lembaran buku yang bahkan sengaja kusiapkan untuk situasi seperti ini, yang juga sepotong-sepotong, belum sempat kuselesaikan.
Hal ini tentu saja menyita perhatianku. Gimana sih....aku merasa seolah telah memulai banyak pekerjaan ditempat yang berbeda, tetapi tidak menyelesaikannya satu persatu secara tuntas. Sementara, pekerjaan lainnya berdesakan dan terus berambah untuk segera di kerjakan juga :/
Seperti yang terjadi hari ini. Sejak pagi, beberapa ide yang sejak beberapa hari lalu menari-nari di kepalaku siap kupindahkan ke file si Lepy. Ku raih si Lepy yang baru beberapa hari "pulih" lalu menyalakannya, kemudian menyambungkannya dengan jaringan inet memakai voucher hotspot yang dikirimkan si ponakan. Alhamdulillah, bisa :)
Baru ingin menulis, si ibu mertua telah memanggil. Kutinggalkan si Lepy dan memenuhi permintaan beliau. Setelah selesai, aku kembali mendekati si Lepy lagi dan siap-siap mengetik. Tetapi....lagi-lagi panggilan sang suami yang menyampaikan kedatangan relasi yang datang berpagi-pagi kembali membuatku mengurungkan niatku tersebut. Wuihhh....begitu dinamisnya kehidupan ini....:)
Dan ketika si tamu pulang, kembali aku duduk dihadapan Lepy yang sejak tadi kubiarkan terbuka, tapi ide yang tadinya sudah siap dituang kedalamnya pun telah ikut pamit entah kemana :(
Ohh, come on !!! Aku tak mau menutup si lepy begitu saja setelah nyaris sebulan tak menyentuhnya !!! Tapi apa yang akan kutulis kini....???
Ya...sudahlah, tuangkan apa saja yang ada dalam benakku. Apa saja. Bahkan dengan bahasa amburadul sekalipun. Lalu mulailah aku menarikan jemariku di keyboard si Lepy. Menulis apa saja yang telintas di benak dan.... jadilah ia seperti ini, tulisan yang kini tertuang di dunia mayaku.
Dan ketika tulisan ini selesai kubuat, waktu sudah menjelang tengah hari. Saatnya untuk keluar dari dunia mayaku. Beberapa perut tak lama lagi akan mulai bernyanyi merdu minta segera di isi. Yaa....aku harus kembali ke dunia nyataku kini...:)
Pagi, ini.
Perasaan ingin menulis seperti hari-hari sebelumnya kembali mendesak-desak. Ku ambil Android yang tergeletak diatas meja, lalu membuka applikasi Bloger yang telah ku unduh beberapa hari sebelumnya. Baru mencoba masuk ke akunku, kendala pertama sudah menghadang. Jaringan! Ya...jaringan inet ditempatku kembali menjadi salah satu kendala yang kadang membuat aku gagal meng upload tulisan atau status-status di akun jejaring sosial yang kumiliki.
Tiba-tiba handphone berbunyi memberi tanda akan adanya pesan sms yang masuk. Kuraih handphone dan kubuka pesan. Isinya berupa penyampaian dari seorang ponakan yang memberitahu bahwa kemarin ia mengirim sebuah voucher hotspot yang bisa digunakan seminggu secara gratis. Alhamdulillah!
Kebetulan quota modemku sudah habis beberapa waktu lalu dan tidak ku isi ulang. Bukannya gak mau, tapi lebih kepada enggan jika tak ingin mengatakan malas. Soalnya seperti sia-sia saja menghamburkan puluhan ribu rupiah tetapi tak terpakai.
Jadi selama jaringan inet gak bersahabat itu aku lebih banyak mengandalkan Handphone untuk mengapload status di akun Fesbuk dan Twitterku. Meski kenyataannya aku lebih banyak offline dari pada online :(
Hal ini tentu saja secara langsung mempengaruhi aku untuk menulis. Terlebih lagi ketika si 'Lepy' akhirnya ikut mogok juga lantaran chargernya rusak. Duhh...lengkap sudah penderitaanku, hiks.
Jujur kuakui, dengan semakin jarangnya bergabung dengan teman-teman maya, sangat mempengaruhi aku dalam menghasilkan tulisan meski ide tak pernah berhenti bermunculan. Tapi ya, secepat mereka hadir, secepat itu pula ide itu beterbangan entah kemana. Apalagi, kadang si ide itu sering bermunculan ketika aku sedang sibuk-sibuknya menjalankan rutinitas sebagai seorang ibu rumah tangga yang nyambi usaha kecil-kecilan. Ohh...nyatanya, bercengkerama dengan teman-teman maya itu seperti mengkonsumsi suplemen ya, soalnya mereka bisa membangkitkan semangat untuk tetap menulis :D :D :D
Serimgkali, ide-ide begitu manis berjejer di otak dan siap untuk kutulis, tetapi disaat bersamaan aku masih sibuk melayani pelanggan yang kadang tak tanggung-tanggung menyita waktu dalam berbelanja, tepatnya memilih barang yang mereka inginkan. Otomatis, ide yang tadinya telah tersusun rapi akhirnya menguap perlahan-lahan sebelum akhirnya buyar sama sekali.
Atau kadang masih ada sedikit ide yang tersisa dan siap kutuang, tetapi rutinitas sebagai seorang ibu rumah tangga /menantu yang tinggal serumah dengan kedua mertua yang mulai sepuh membuat aku terkadang tak sempat untuk menuliskannya. Layaknya mereka yang berusia sepuh, kadang jika menghendaki sesuatu atau memanggil, harus segera dipenuhi. Dan tak jarang, kejadian tersebut bertepatan ketika aku baru memulai menulis sesuatu dan harus kuhentikan seketika untuk bersegera memenuhi penggilan sang ibu mertua, hingga
akhirnya si ide tak pernah tertuang sama sekali :(
Meski ini ku alami selama berbulan-bulan, syukurnya hal tersebut tidaklah menyurutkan sama sekali minat menulisku. Keinginan itu masih terus membara dan mendesak untuk segera terpenuhi. Lalu kutulis apa saja yang terlintas meski tak tuntas. Ya...menulisnya sepotong-sepotong, sampai-sampai di file si Lepy aku memiliki puluhan bahan tulisan yang masih terbengkalai. Belum lagi yang tertulis dilembaran-lembaran buku yang bahkan sengaja kusiapkan untuk situasi seperti ini, yang juga sepotong-sepotong, belum sempat kuselesaikan.
Hal ini tentu saja menyita perhatianku. Gimana sih....aku merasa seolah telah memulai banyak pekerjaan ditempat yang berbeda, tetapi tidak menyelesaikannya satu persatu secara tuntas. Sementara, pekerjaan lainnya berdesakan dan terus berambah untuk segera di kerjakan juga :/
Seperti yang terjadi hari ini. Sejak pagi, beberapa ide yang sejak beberapa hari lalu menari-nari di kepalaku siap kupindahkan ke file si Lepy. Ku raih si Lepy yang baru beberapa hari "pulih" lalu menyalakannya, kemudian menyambungkannya dengan jaringan inet memakai voucher hotspot yang dikirimkan si ponakan. Alhamdulillah, bisa :)
Baru ingin menulis, si ibu mertua telah memanggil. Kutinggalkan si Lepy dan memenuhi permintaan beliau. Setelah selesai, aku kembali mendekati si Lepy lagi dan siap-siap mengetik. Tetapi....lagi-lagi panggilan sang suami yang menyampaikan kedatangan relasi yang datang berpagi-pagi kembali membuatku mengurungkan niatku tersebut. Wuihhh....begitu dinamisnya kehidupan ini....:)
Dan ketika si tamu pulang, kembali aku duduk dihadapan Lepy yang sejak tadi kubiarkan terbuka, tapi ide yang tadinya sudah siap dituang kedalamnya pun telah ikut pamit entah kemana :(
Ohh, come on !!! Aku tak mau menutup si lepy begitu saja setelah nyaris sebulan tak menyentuhnya !!! Tapi apa yang akan kutulis kini....???
Ya...sudahlah, tuangkan apa saja yang ada dalam benakku. Apa saja. Bahkan dengan bahasa amburadul sekalipun. Lalu mulailah aku menarikan jemariku di keyboard si Lepy. Menulis apa saja yang telintas di benak dan.... jadilah ia seperti ini, tulisan yang kini tertuang di dunia mayaku.
Dan ketika tulisan ini selesai kubuat, waktu sudah menjelang tengah hari. Saatnya untuk keluar dari dunia mayaku. Beberapa perut tak lama lagi akan mulai bernyanyi merdu minta segera di isi. Yaa....aku harus kembali ke dunia nyataku kini...:)
Memang kak, kalau mau semangat menulis mesti tetap berkomunikasi dengan sesama penyuka menulis. Semangat :)
BalasHapus@Mugniar : yup, setuju banget :)
BalasHapusSayangnya kadang terkendala dengan beberapa hal. Tapi insya Allah, halangan ini justru menjadi penyemangat untuk mengatasi dan tetap menulis. Apalagi sekarang ada teman2 IIDN yang cantik dan keren2 yang siap membagi ilmunya :)
Special thanks to U, very-very much :D :D :D
Maaf yaa baru sempat balas, soalnya baru bisa OL lagi, hiks.