Bunga Bahagia, Berbahaya ?!

Senin, 11 Maret 2013

Beberapa waktu lalu,  perhatianku tertuju pada beberapa pesan Broadcast yang kuterima melalui BB. Pesannya seragam, himbauan untuk menghindari bahkan menjauh dari suatu jenis tanaman yang katanya banyak ditanam di tempat-tempat umum seperti perkantoran, taman, bahkan sekolah-sekolah. 

Yang sedikit membuatku "bergidik" adalah bahwa begitu berbahayanya tanaman ini, sampai-sampai telah membunuh seorang balita yang mengalami pembengkakan saluran pernafasan akibat getah tanaman tersebut. Hiihh!!!
Dumb Cane alias Dieffenbachia, demikian nama tanaman yang menghebohkan tersebut.

Awalnya aku kurang ngeh terhadap berita tersebut. Apalagi obyek yang dimaksud namanya yang rada "aneh" ditelingaku. Lalu pesan tersebut kuabaikan, sampai beberapa hari kemudian,teman-teman grup  kembali ramai memperbincangkannya.
"Ah...tanaman apa sih ini...koq jadi heboh begini, bahkan jadi trending topik?" tanyaku dalam hati.

Didorong oleh rasa penasaran, kubuka si Lepy dan mulai berseluncur dihalaman Mbah Google, mencari-cari alamat si Dumb Cane alias si Dieffenbachia tersebut. Daaan...sedikit terperangah kupandangi gambar yang terpampang dihadapanku. Eh, bukankah ini bunga Bahagia?? 
Ya, aku tak salah, ini bunga bahagia, demikian kami menyebutnya. Tanaman yang sangat mudah didapat dan tumbuh dimana-mana. Dipekaranganku, bahkan kutanam beberapa jenis.

Kuambil beberapa gambar dari sudut pekaranganku lalu mengirimnya ke dinding grup, memenuhi permintaan teman yang juga penasaran ingin melihat sosok tanaman yang bikin geger tersebut. Lalu semakin semaraklah diskusi yang membahas tentang si Bunga Bahagia ini. Bahkan ada seorang teman lalu dengan spontan  memusnahkan tanaman yang sudah ditanam bertahun-tahun karena merasa ngeri.

Jujur, aku juga menyimpan sedikit rasa kengerian membaca broadcast si teman. Bayangkan aja, tanaman yang selama ini kurawat sebagai penghias sudut taman, ternyata berbahaya!  Apalagi, aku hampir setiap hari bersentuhan dengannya. Ihhh....

Hal ini kemudian kusampaikan pula kepada suami dengan maksud agar ia ikut berhati-hati terhadap tanaman tersebut, apalagi hampir setiap saat si suami berdekatan dengan tanaman tersebut ketika merawat ayam-ayam kesayangannya di pekarangan, danjuga kepada anak-anak tentunya. Sang suami tentu saja bertanya alasannya. Lalu kusampaikan pesan si teman, daaan bertambah yakinlah aku dengan "kebahayaan" si bunga elok tersebut.

Menurut sang suami, dia pernah mendengar cerita dari seseorang temannya kalau getah tanaman tersebut biasa dipakai untuk memolesi taji ayam jago sebelum diadu, dengan tujuan agar ayam lawannya kalah. Kata teman sang suami, ayam yang kena taji lawannya yang sudah diolesi getah tadi tak bisa melawan secara maksimal. Badan sang ayam yang kena getah tersebut akan membengkak, apalagi jika terkena mata, malah bisa buta. Persis seperti postingan sang teman :(

Rasa penasaran makin menyusup kedalam dada. "Ah, masak iya sih sampai sengeri itu?"

Rasa penasaran tersebut lalu makin mendorongku unruk mencari tau tentang bunga tersebut melalui internet, tapi ternyata tak banyak yang bisa kuperoleh. Meski ada beberapa postingan yang membahas mengenai masalah ini, kebanyakan adalah postingan dari luar yang memakai bahasa asing. Itupun hanya sebatas himbauan untuk berhati-hati terhadap getahnya.
Juga dari sharing teman-teman yang lain kuperoleh keterangan, bahwabmemang pernah ada beberapa yang pernah kena getahnya, tapi gak sampai fatal, meski memang menurut mereka akan menyebabkan bengkak dan gatal.
Ah...jangan-jangan aku juga malah pernah kena getahnya.....hihi
 
Kembali kepada kehebohan si Dumb Cane atau Dieffen bachia tersebut, ternyata orang-orang luar sana menyebutnya si "Alu Bodoh", bahkan memberinya gelar "Tanaman Ibu Mertua"! Hehehehe
Mungkin karena "bahaya"nya itu ya, sehingga gelaran tersebut disematkan kepada si tanaman cantik ini.

Dari halaman-halaman mbah Google yang sempat kusinggahi, aku hanya memperoleh  informasi  tentang jenis-jenis tanaman ini. Betul juga,  tanaman ini banyak ditanam bebas dimana-mana bahkan kadang menjadi hiasan di sudut-sudut ruangan atau sebagai pemanis sudut ruang tamu. Aku bahkan sempat memeliharanya dalam ruangan beberapa tahun sebelumya, dan tak terjadi apa-apa..
Jadi sekarang aku gak perlu ngeri dengan tanaman cantik ini, apalagi seingatku tanaman ini sudah berada disekitarku sejak aku masih kecil. Bahkan aku yakin, sebelum aku lahir, tanaman ini pun sudah ada di lingkungan sekitarku.

Mungkin iya dia berbahaya. Tapi itu tak berarti bahwa aku harus membuang semua tanaman cantik yang sudah kurawat selama bertahun-tahun. Aku yakin, disamping bahayanya,  pasti ada manfaat yang Allah berikan dibalik penciptaan tanaman ini.  Allah tak pernah menciptakan segala sesuatunya secara sia-sia kok, aku yakin sekali!

Dan satu lagi, mungkin salah satu sebab ia disebut bunga bahagia adalah karena daunnya yang memiliki motif,  bentuk dan ukuran yang beraneka selalu menimbulkan rasa ssenang ketika memandanginya. Bunga bahagia....ah, aku yakin dan pasti, ia diciptakan Allah bukan untuk membahayakan makhluk-Nya.

So...menanam Dieffenbachia alias bunga bahagia, siapa takut.....!!!

Posting Komentar