Berdiam membisu ia
Di pojok ruang paling belakang
Berdampingan sebingkai jendela tua
Yang warnanya memudar, pun usang
Atasnya tempatku letakkan diri
Lepaskan penat kerja sehari
Nikmati hangatnya sinar mentari
Melepas pandang nikmati hari siap berganti
Ia menua, melepas warna satu satu
Tampakkan kusamnya warna kayu
Tak letih ia tahan beban tubuhku
Tak jenuh ia dengar keluh letih ku
Temani aku tatapi tarian pohon mengkudu
Atau nikmati semilir angin mendayu
Sangat akrab ia dengan segala rasaku
Tak tanya ia tentang duka sukaku
Pun tak berkisah ia pada kisi jendela tua
Yang juga diam temani tak bertanya
Di kisi jendela tua, ku gayutkan lenganku
Menempatkan tubuh diatas bangku tua
Berdampingan mereka temaniku
Terima segala rasaku, tanpa bertanya
Tak jenuh mereka atas keluhku
Tak bosan ia atas waktu yang kuhabiskan bersama
Telusuri lembar lembar kisah cerita
Juga tak gubris ia atas celotehku
Terletak ia di sudut ruang
Paling pojok belakang
Ku suka duduk di atasnyaya.
Tak bosan ku berdiam bersandarnya
Karena ia kan tetap diam tak berkata
Atas segala yang kurasa pun ia tak bertanya
Kusuka ia tetap disana, berdampingan berdua
Temaniku melepas segala rasa
Berdampingan ia jendela usang kusam, juga menua
Dan selamanya akan tetap menampung rasaku
Tanpa tanya, tanpa berkisah, tetap setia
Menjaga rasaku...selamanya....
Di pojok ruang paling belakang
Berdampingan sebingkai jendela tua
Yang warnanya memudar, pun usang
Atasnya tempatku letakkan diri
Lepaskan penat kerja sehari
Nikmati hangatnya sinar mentari
Melepas pandang nikmati hari siap berganti
Ia menua, melepas warna satu satu
Tampakkan kusamnya warna kayu
Tak letih ia tahan beban tubuhku
Tak jenuh ia dengar keluh letih ku
Temani aku tatapi tarian pohon mengkudu
Atau nikmati semilir angin mendayu
Sangat akrab ia dengan segala rasaku
Tak tanya ia tentang duka sukaku
Pun tak berkisah ia pada kisi jendela tua
Yang juga diam temani tak bertanya
Di kisi jendela tua, ku gayutkan lenganku
Menempatkan tubuh diatas bangku tua
Berdampingan mereka temaniku
Terima segala rasaku, tanpa bertanya
Tak jenuh mereka atas keluhku
Tak bosan ia atas waktu yang kuhabiskan bersama
Telusuri lembar lembar kisah cerita
Juga tak gubris ia atas celotehku
Terletak ia di sudut ruang
Paling pojok belakang
Ku suka duduk di atasnyaya.
Tak bosan ku berdiam bersandarnya
Karena ia kan tetap diam tak berkata
Atas segala yang kurasa pun ia tak bertanya
Kusuka ia tetap disana, berdampingan berdua
Temaniku melepas segala rasa
Berdampingan ia jendela usang kusam, juga menua
Dan selamanya akan tetap menampung rasaku
Tanpa tanya, tanpa berkisah, tetap setia
Menjaga rasaku...selamanya....
puisi indah penuh kenangan
BalasHapusMakasih mba....belakangan agak jarang update nih.. lagi lowbatt..hehehe.
BalasHapus