Bangku usang dekat jendela tua

Kamis, 23 Juni 2011

Berdiam membisu ia
Di pojok ruang paling belakang
Berdampingan  sebingkai jendela tua
Yang warnanya memudar, pun usang

Atasnya tempatku letakkan diri
Lepaskan penat kerja sehari
Nikmati hangatnya sinar mentari
Melepas pandang nikmati hari siap berganti

Ia  menua, melepas warna satu satu
Tampakkan kusamnya warna kayu

Tak letih ia tahan beban tubuhku
Tak jenuh ia dengar keluh letih ku
Temani aku tatapi tarian pohon mengkudu
Atau nikmati semilir angin mendayu

Sangat akrab ia dengan segala rasaku
Tak tanya ia tentang duka sukaku
Pun tak berkisah ia pada kisi jendela tua
Yang juga diam temani tak bertanya

Di kisi  jendela tua, ku gayutkan lenganku
Menempatkan tubuh diatas bangku tua
Berdampingan mereka temaniku
Terima segala rasaku, tanpa bertanya

Tak  jenuh mereka atas keluhku
Tak bosan ia atas waktu yang kuhabiskan bersama
Telusuri lembar lembar kisah cerita
Juga tak gubris ia atas celotehku

Terletak ia di sudut ruang
Paling pojok belakang
Ku suka duduk di atasnyaya.
Tak bosan ku berdiam bersandarnya

Karena ia kan tetap diam  tak berkata
Atas segala yang kurasa pun ia tak bertanya
Kusuka ia tetap disana, berdampingan berdua
Temaniku melepas segala rasa

Berdampingan ia jendela usang kusam, juga menua
Dan selamanya akan tetap menampung rasaku
Tanpa tanya, tanpa berkisah, tetap setia 
Menjaga rasaku...selamanya....

2 komentar

  1. Makasih mba....belakangan agak jarang update nih.. lagi lowbatt..hehehe.

    BalasHapus