Senja

Jumat, 09 Oktober 2020

Senja
Rembang petang sewarna saga
Berkisah tentang cita 
Akan kasih sarat makna

Dia yang pernah menggugah rasa
Mengukir suka dan duka dalam satu masa
Tak hendak mengenangnya
Namun ia tak beranjak jua

Akankah kulafaz duka pada indah warnamu
Atau kubiar rasa bermain dalam kalbu
Sampai ia menjadi lelah kemudian berlalu
Entahlah, rasa ini mengharu biru

Lembayung masih saja merona
Menyisa indah warna cipta-Nya
Membelai lembut bumi persada
Berbisik syahdu tentang setia

Jangan beranjak dulu
Peluk erat rasa rindumu 
Biarkan dia melagu sendu
Sesapkan ia dalam kalbumu

Lalu bangkitlah dari rasamu
Lafadzkan puji dengan lisanmu
Sebab rona senja pasti berlalu
Hanya Dia yang tetap abadi, Rabb-mu

1 komentar

  1. Menjelang senja ditemani hujan gerimis sambil nyeruput teh hangat. Utik-utik HP ketemu sama puisi ini. Hmmmm rasanya seperti lagi jalanjalan ke negeri dongeng. Syahdu sekali. Suara rintik hujan ditambah lembutnya kalimat dalam puisi ini begitu menghanyutkan. Ah aku jadi tambah mencintai senja..

    BalasHapus