Ramadhan segera menjelang, insyaa Allah 🤲
Apa yang telah engkau persiapkan, wahai diri?
Masih terus berkeluh atas segala himpitan?
Masih terus berkesah atas semua kesulitan?
Lalu, apa yang engkau dapat?
Berlalukah segala susah sedihmu dengan ratapan-ratapan dan gerutu lisanmu?
Merasa lapangkah dadamu dengan mengumbar duka derita?
Masih terus berkeluh atas segala himpitan?
Masih terus berkesah atas semua kesulitan?
Lalu, apa yang engkau dapat?
Berlalukah segala susah sedihmu dengan ratapan-ratapan dan gerutu lisanmu?
Merasa lapangkah dadamu dengan mengumbar duka derita?
Tidak!
Segala bentuk himpitan akan terlepas hanya dengan usaha. Maka bangkitlah, berdirilah!
Ramadhan segera menjelang. Apa yang sudah kau persiapkan untuk menyambutnya?
Sudah tunaikah segala kewajibanmu?
Sudah cukukupkah bekal untuk melaluinya?
Bekal?
Sudah tunaikah segala kewajibanmu?
Sudah cukukupkah bekal untuk melaluinya?
Bekal?
Ya, bekal.
Ibarat sebuah perjalanan, engkau butuh bekal yang cukup untuk melalui ramadhan agar tiba ke penghujungnya.
Penghujung ramadhan?
Ibarat sebuah perjalanan, engkau butuh bekal yang cukup untuk melalui ramadhan agar tiba ke penghujungnya.
Penghujung ramadhan?
Ya, penghujung ramadhan bukan hanya akhir masa menahanmu. Tetapi penghujung ramadhan yang diharapkan adalah ketika engkau tiba dengan selamat dan meraih gelar yang seharusnya engkau peroleh.
Gelar?
Gelar?
Ya, gelar yang seharusnya engkau peroleh ketika berhasil keluar sebagai finalis ramadhan adalah predikat ketakwaan seperti yang dijanjikan Rabb kita.
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa” (QS. Al-Baqarah [2]: 183).
Lalu bagaimana engkau akan melalui masa itu dengan mudah jika engkau tak berbekal cukup?
Lalu bagaimana engkau akan melalui masa itu dengan mudah jika engkau tak berbekal cukup?
Maka bekalilah dirimu sejak kini, wahai diri! Kuatkan imanmu, pelajari ad-dinmu, agar engkau paham jalan apa yang engkau tempuh. Sudahkah benar arah kakimu melangkah? Sudahkah engkau paham jalan mana yang engkau tempuh?
"Bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. [Al An’am:153].
"Bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. [Al An’am:153].
Sudahkah engkau pahami, mana jalan yang lurus, mana jalan yang lain?
Maka bekalilah dirimu dengan iman yang hanya akan engkau peroleh dengan menjaga ketakwaan. Dan ketika engkau melakukan kelalaian maka seketika itu pula imanmu menyusut.
Setelah engkau kokohkan imanmu, maka bekali dirimu dengan ilmu, agar ramadhanmu tak sia-sia. Pahami mengapa engkau haeus menjalani ramadhan, apa syarat-syaratnya, apa rukun-rukunnya, apa keutamaan-keutamaannya, dsb. Maka belajarlah, karena hanya dengan belajar, engkau akan lebih khusyu menjalani ibadahmu. Hanya dengan ilmu, kebahagiaan akan engkau peroleh. Sebagaimana Imam Syafi'i pernah berkata:
"Barangsiapa yang menginginkan dunia maka hendaklah dengan ilmu, barangsiapa yang menginginkan akhirat, maka hendaklah dengan ilmu. Dan barangsiapa yang menginginkan keduanya, maka hendaklah dengan ilmu”.
"Barangsiapa yang menginginkan dunia maka hendaklah dengan ilmu, barangsiapa yang menginginkan akhirat, maka hendaklah dengan ilmu. Dan barangsiapa yang menginginkan keduanya, maka hendaklah dengan ilmu”.
Maka jagalah, wahai diri! Jangan sampai engkau fasih akan ilmu duniamu, tapi jahil akan ilmu yang akan membawamu kepada kebahagiaan akhirat. Dan ingatlah, juga hanya dengan bekal ilmu yang akan membuat lisanmu tertahan untuk mengucapkan sesuatu yang engkau belum paham tentang agamamu. Imam Bukhari rahimahullahu berkata:
“Ilmu itu didahulukan sebelum berkata dan beramal.”
Awaslah! Kepandaian dunia kadang membuatmu jumawa, menilai agamamu harus sesuai dengan kehendak dan nalarmu. Maka sebelum semua terlambat, segeralah merunduk. Keyakinan itu tak melulu harus engkau cari pembenarannya dengan melihat zatnya. Karena keimanan yang sesungguhnya adalah ketika engkau mengucapkan dengan lisan, kemudian hatimu membenarkan, lalu engkau nyatakan dengan perbuatan.
Jika engkau masih goyah dengan semua, maka bertaqarrublah sejenak. Pikirkan kebesaran ciptaan Rabb Semesta Alam, bagaimana langit terbentang? Bagaimana gunung sitegakkan? Siapa yang menciptakan bentukmu? Bagaimana engkau bisa berjalan dengan tegak di atas kedua kakimu?
Maka belajarlah, ilmuilah. Jangan biarkan kehebatan ilmumu akan dunia, makin menyeretmu jauh ke dalam kekufuran, yang akhirnya akan menjerumuskanmu ke liang pengingkaran atas kuasa-Nya.
Setelah kedua itu, barulah engkau persiapkan kebutuhan duniawimu.
Tubuhmu membutuhkan asupan yang baik agar dapat tegak berdiri menjalankan ibadah dengan sempurna. Dan hanya dengan sehatnya jasmanimu, pikirmu akan lebih jernih, jiwamu akan lebih kuat menopang ragamu dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Maka marilah wahai diri, sambut ramadhan dengan pinta dan doa sambil berharap, agar Dia, Rabb kita Yang Maha Mendengar dan Mengabulkan Pinta, mengangkat segera segala kesulitan ini mengantarkan kita kepada Ramadhan Mubarak dengan penuh kekhusyukan. Aamiin
Tubuhmu membutuhkan asupan yang baik agar dapat tegak berdiri menjalankan ibadah dengan sempurna. Dan hanya dengan sehatnya jasmanimu, pikirmu akan lebih jernih, jiwamu akan lebih kuat menopang ragamu dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Maka marilah wahai diri, sambut ramadhan dengan pinta dan doa sambil berharap, agar Dia, Rabb kita Yang Maha Mendengar dan Mengabulkan Pinta, mengangkat segera segala kesulitan ini mengantarkan kita kepada Ramadhan Mubarak dengan penuh kekhusyukan. Aamiin

Posting Komentar