Host acara reality show tersebut menutup acara dengan sebuah quote.
Love is absurd.
Love is absurd.
Kata akhir quote itu, entah mengapa terngiang terus dalam benakku. Absurd, jika diterjemahkan benas bisa berarti konyol. Sedang kalau menurut KKBI, absurd berarti mustahil, tidak masuk akal.
Hmmm, inilah yang jadi bahan pertimbambanganku untuk menulis ini.
Benarkah ada sesuatu yang mustahil? Benarkah cinta itu Allah ciptakan sebagai sesuatu yang konyol
dan tidak mungkin?
Well, saya tidak mau menyoal kekonyolan atau ke-tidakmungkinan yang terjadi atas bintang tamu yang dihadirkan malam itu. Mungkin saja, bagi sebahagian besar orang, pernikahan antara sepasang manusia beda usia yang terpaut sangat jauh itu, merupakan suatu kemustahilan, bahkan dianggap konyol oleh sebagian besar orang. Namun yatanya, bagi Allah tak ada yang mustahil. Toh sudah terjadi. Masih mau menolak realita?
Sebenarnya, kekonyolan yang dianggap manusia itu mustahil terjadi, disebabkan oleh faktor manusia itu sendiri. Ya, ketika manusia sudah merubah aturan yang di tetapkan oleh-Nya maka sudah pasti hal-hal yang dianggap oleh manusia tak mungkin terjadi, akan menjadi nyata. Hal itu bisa saja merupakan peringatan atau teguran dari Allah kepada kita semua.
Dari penuturan bintang tamu tersebut, terkuak kisah bahwa cinta yang tumbuh diantara kedua makhluk beda usia tersebut berawal dari curahan perhatian yang diberi oleh sang wanita ketika si pria sakit. Salahkah? Tentu saja tidak. Membantu seseorang dalam kesulitan adalah pekerjaan yang mulia. Semua sepakat. Apalagi si wanita yang usianya jauh lebih tua dibanding si pria, tentu tak ada yang menyangka hal tersebut akan terjadi. Tidak mungkin. Ini kata yang muncul di pikiran orang-orang saat itu, dan tentu saja tak ada yang pernah menyangka, bahwa ketidak mungkinan itu bagi Allah bisa saja menjadi mungkin..
Hmm, bagaimana ya aku menuturkannya?
Begini. Ketika si Ibu tua tersebut merawat si Pria, bisa saja awalnya tulus karena merasa iba. Si ibu itu mungkin menganggapnya sebagai anak sendiri. Namun sekali lagi, ketika seorang manusia melanggar aturan Allah yang melarang manusia berlainan jenis berduaan (dalam keadaan apapun) maka tentunya fihak ke tiga, dalam hal ini setan yang Allah laknat akan datang membisikkan sesuatu yang awalnya tidak mungkin, menjadi indah di pandangan mereka.
Dalam ukuran kaca mata normal, mungkin kita berfikir, mana bisa timbul rasa suka diantara seorang anak yang berusia di bawah umur dengan seorang ibu yang sudah tua? Tapi begitulah syahwat. Di situlah setan berperan dan mengambil bagiannya, menyelubungi mata batin keduanya dengan keindahan semu sehingga mengenyampingkan segala ketidak mungkinan yang dianggap konyol. Agama kita sudah memperingatkan tentang hal ini.
"Janganlah seorang laki-laki itu berkhalwat (menyendiri) dengan seorang wanita, kecuali ada mahram yang menyertai wanita tersebut." (HR. Bukhari dan Muslim)
"Janganlah seorang laki-laki itu berkhalwat (menyendiri) dengan seorang wanita, kecuali ada mahram yang menyertai wanita tersebut." (HR. Bukhari dan Muslim)
Pada Hadits lain, Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam juga bersabda,
"Ingatlah, bahwa ketika seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita, maka yang ketiganya adalah setan," (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim)
Allah telah membuat syariat yang tegas dan tak ada pengecualian usia untuk hal tersebut. Dan ketika peringatan tersebut dilanggar, sudah barang tentu kemudharatan akan menimpa bagi pelanggarnya. Allah telah mengingatkan para hamba-Nya dalam al-Qur'an tentang hal ini.
"Iblis berkata; 'Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, maka pasti aku akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka'." QS. Al-Hijr: 39-40)
Nah, masihkah menganggap konyol cinta yang Allah hadirkN di dada setiap insan?
"Iblis berkata; 'Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, maka pasti aku akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka'." QS. Al-Hijr: 39-40)
Nah, masihkah menganggap konyol cinta yang Allah hadirkN di dada setiap insan?
No, Allah tak pernah menciptakan sesuatu secara sia sia. Kitalah yang konyol sehingga terjerumus kepada suatu hal yang dianggap tak mungkin.


Posting Komentar