Lalu di manakah Allah?

Rabu, 04 Desember 2019

Ketika suatu musibah atau cobaan menimpa, kerap kali lisan kita lalu mengeluh dan mengumbar sejumlah kata.
Saya mengalami ini karena ...
Hal ini terjadi karena ...
Ini tak akan terjadi seandainya saja ...
Ini semua gara-gara ...
Saya tak seharusnya mengalami ini karena ...

Beribu kata penyesalan terucap, seolah menolak takdir tanpa sadar. Lalu melempar salah kepada sesama, seakan-akan takdir yang menimpa disebabkan oleh perbuatan sesama makhluk. Duhai, sungguh lemahnya hati manusia. Mudah berkeluh kesah dan lupa atas nikmat yang melimpah.
Lalu di manakah Allah? Bukankah ia telah berkata, "Dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS. An-Nisa: 79)

Sekuasa apakah sesosok makhluk yang bisa mendatangkan mudharat kepada kita tanpa izin-Nya?

Mungkin sebaiknya kita muhasabah. Mencari salah pada diri sendiri. Jangan-jangan musibah yang menimpa  disebabkan oleh kelalaian kita karena tidak menjalankan perintahnya  atau  kita melanggar larangan Allah secara sadar atau tak sadar. Atau bisa jadi kita lali menjaga hak-hak Allah, sehingga Dia menegur kita melalui musibah tersebut. 

Abu Abbas Abdullah bin Abbas Radhiyallahu anhu berkata, "Suatu hari aku berada di belakang (membonceng) Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Beliau bersabda, “Nak, aku hendak mengajarimu beberapa kalimat: Jagalah Allah, pasti Dia menjagamu. Jagalah Allah, Dia senantiasa bersamamu. Jika kamu memohon sesuatu, mohonlah kepada-Nya. jika meminta pertolongan, mintalah tolong kepada-Nya. Ketahuilah seandainya semua umat manusia bersatu untuk memberikan suatu kebaikan kepadamu, mereka tidak akan mampu kecuali yang sudah ditetapkan Allah untukmu. Dan seandainya semua umat manusia bersatu untuk mencelakakanmu, mereka tidak mampu kecuali keburukan yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu. Pena sudah diangkat dan tinta sudah kering.” (HR Tirmidzi. Dia berkata, hadits ini hasan shahih)
Semua yang terjadi di jagat raya ini tentu tak lepas dari pengawasan dan izin Allah semata. Tak ada satupun kejadian yang lepas dari pengawasan-Nya. Maka tanamkan ke dalam jiwa, bahwa sesungguhnya Allah-lah yang menghendaki musibah tersebut menimpa diri kita, dan sudah barang tentu Dia pulalah yang akan mengangkatnya.

Berbaik sangkalah kepada Allah Yang Maha Menentukan, bahwa Dia akan menggantikan segala kesusahan dan kesedihan yang dialami dengan kebahagiaan yang abadi. Tidak mudah memang, karena untuk menjalankannya, kita butuh kesabaran dan keikhlasan. Dua kata yang sangat mudah diucapkan, namun tak gampang menjalankannya. Maka mintalah kepada-Nya agar diberi kedua hal tersebut, serta kekuatan untuk menjalani segala ujian yang ditimpakan. 

"Berdoalah kalian kepadaKu, akan Aku kabulkan doa kalian. Sungguh, orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam Jahannam dengan keadaan hina." (QS. Ghafir: 60)

Posting Komentar