Kado Berpita Tali Rafia

Senin, 01 Januari 2018

Anak-anak tuh ya, tau benar bagaimana buat emaknya tertawa sendiri. Bayangin, minta dibeliin panganan, dikasih bungkusan yang diikat tali rafia. Padahal emaknya kelaparan.


Tak urung, lihat bungkusan kado yang diberi pita semacam itu, membuatku tertawa, sempat terbahak malah. Penasaran dooong ... apa lagi sih hasil kekompakan anak-anak ini. Pas dibuka, taraaaaa ... lepy mungil ini seolah senyum dengan indahnya sambil menatapku. Ah, anak-anak ini membuat keadaanku berubah dalam sekejap. Dari tertawa lucu ke tangis haru. Ahaaa!

Eh, jangan-jangan mereka  merasa ribet melihatku setiap mau setor tugas tulisan via online. Soalnya sejak laptopku rusak setahun lalu, aku tuh selalu mengirim tugas dengan cara mengetiknya ari komputer (yang enggak bisa akses internet, karena harus pakai kabel dulu dsb), lalu memindahkannya ke hape, untuk kemudian dikirim.

Masalahnya, emaknya yang rada gaptek ini masih belum paham juga bagaimana caranya, meski sudah berkali-kali diajarin sama anak-anak. Otomatis emaknya minta tolong ke mereka buat melakukannya. Bayangin, semua naskah antologi yang kuikuti dikirim dengan cara yang sama. Belum lagi tugas-tugas online lainnya. Jadi, kayaknya emaknya ngerti banget deh alasan dibalik bungkusan kado berpita tali rafia itu 😁

Sebenarnya beberapa waktu lalu aku sempat mencari informasi kepada mereka tentang laptop yang bisa menunjang aktifitas menulisku. Tapi pada saat itu mereka sepertinya kurang menanggapi. Sempat berpikir juga sih, kena ya mereka seperti tidak mendukung keinginanku u tuk membeli laptop. Padahal jujur, sekarang aku sangat membutuhkannya.

Oooo ... ternyata ini toh misteri di balik sikap cuek mereka. Ternyata mereka igin memberi kejutan kecil untukku tepat di hari lahirku.

Sebenarnya anak-anak paham kok, kalau tradisi ulang tahun di dalam keluarga tak pernah dirayakan. Cuma ya, bagaimanapun, hari brojolku itu akan mudah diingat oleh anak-anak karena bertepatan dengan pergantian tahun. Jadi meskipun tak merayakannya, eforia pergantian tahun itu akan menjadi pengingat bagi anak-anak akan tanggal kelahiranku. Dan selalu saja ada cara-cara tak terduga dari mereka untuk membuatku tersenyum 😍

Terima kasih anak-anakku, semua. Tetaplah menjadi anak-anak yang shaleh/shalehah, patuh dan taat pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sebab jika itu telah kalian jalankan, insya Allah kepatuhan dan ketaatan kepada kedua orang tua kalian juga akan terlaksana.

Posting Komentar