![]() |
| Rumah penduduk berdiri tepat di tepi laut. |
Lampia, sebuah dusun yang terletak di pesisir pantai adalah sebuah pemukiman yang areanya sangat terbatas. Jejeran rumah-rumah hanya terdapat di sepanjang garis pantai, beberapa diantaranya bahkan menjorok ke laut.
Tepat disebelah jalan, yang sekaligus menjadi pemisah antara area pemukiman dan rerimbunan hutan yang memenuhi daerah perbukitan, pepohonan tinggi berdiri tegak diantara rerimbunan semak pakis dan tanaman lainnya. Serba hijau dan sangat menyegarkan pandangan.
Daerah ini menjadi perlintasan bagi mereka yang melakukan perjalanan dari kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan menuju Propinsi Sulawesi Tenggara. Menurut saudara sepupu yang mukin di sana, jarak perbatasan hanya sekitar 20 menit berkendaraan.
![]() |
| Untuk menuju Sulawesi Tenggara, harus melewati gunung tersebut. |
Meski areanya sempit, daerah ini selalu ramai dikunjungi oleh orang-orang untuk menikmati keindahan alamnya sambil menikmati hidangan hasil lautnya. Bukan hanya penumpang angkutan umum saja yang singgah, penduduk dari daerah sekitar, seperti Malili, Wasuponda, dan Soroako sering datang ke sini.
Mereka menjadikan warung-warung makan yang banyak berjejer di sepanjang jalan sebagai tempat untuk bersantai, reuni atau sekedar menjamu relasi dengan menu hidangan hasil lautnya.
![]() |
| Warung makan yang menjorok ke laut |
Oya, diantara beberapa warung makan yang ada, saudara sepupu merekomendasikan "Warung Laut" sebagai tempat yang menjadi favorit karena kesegaran ikannya dan cita rasa menunya yang disukai banyak pengunjung.
Meski tak sempat mencicipi hidangannya, saya sudah tertarik dengan suasana warung yang menjorok ke laut. Sangat cocok untuk dijadikan tempat refreshing, menikmati panorama laut yang membentang dengan tampakan siluet pegunungan dari kejauhan. Terlebih lagi kejernihan air lautnya yang membuat kita bisa memanjakan mata dengan pemandangan ikan-ikan berukuran kecil sampai sedang yang berenang di air yang dangkal di sekitar warung.
Sayangnya, sarana penginapan belum tersedia di tempat ini sehingga para pelancong yang berniat untuk menikmati indahnya matahari terbenam, harus kembali ke Malili. Jaraknya dekat kok, hanya sekitar 20 menit berkendaraan.
![]() |
| Lampia sedang berbenah |
Bukan tak mungkin, beberapa tahun ke depan daerah ini akan berubah wujud menjadi tujuan wisata yang menjanjikan. Meski dikelola secara perorangan, beberapa sarana rekreasi mulai bermunculan di sepanjang pantai tersebut. Semoga saja Pemerintah setempat peka dan mau mengelolanya secara serius.







Posting Komentar