Untukmu Wanita Tegar Yang Tak Kukenal

Selasa, 24 November 2015

Aku tak pernah berjumpa, bahkan sama sekali tak mengenalnya. Rasa ingin membantu muncul begitu saja ketika membaca broadcast teman di salah satu grup media sosial siang itu.

Ingin berbagi. Ya.... rasa ingin berbagi agar setidaknya ia bisa merasa bahwa banyak orang di luar sana selain orang-orang di dekatnya yang juga memberi perhatian padanya. 

Jika kukatakan ingin ikut merasakan sebagian penderitaannya, mungkin aku akan membantahnya sendiri. Yup... aku yakin tak akan bisa ikut serta merasakan sakit dan deritanya.

Aku hanya bisa mencoba memposisikan diriku pada keadaannya sekarang. Berusaha mencoba menyelami bagaimana jika sekiranya aku yang mengalami cobaan seperti apa yang dia rasakan kini.

Pasti ia sangat sedih karena harus merelakan satu-satunya modal yang ia punya sebagai seorang wanita untuk bisa memberikan keturunan pada kehidupan rumah tangganya. Dan pasti  ia sangat terpukul dan telah berjuang keras untuk mengalahkan segala perasaannya dan akhirnya harus mengalah pada takdir serta mengikhlaskan rahimnya diangkat. 

Ia menyerah..... Rasa sakit yang menyiksa selama beberapa tahun terakhir akhirnya membanya ke ruang operasi.

Aku yakin, rasa sedih yang ia rasakan sebelum operasi tentu tidak akan hilang begitu saja seiring diangkatnya rahimnya yang selama  ini menjadi tempat berkembangnya tumor yang juga dikelilingi kista. 

Rasa sedih itu pasti telah lama bersemayam, sejak menyadari tumbuhnya penyakit itu hingga akhirnya membesar seukuran hati kerbau yang akhirnya membuatnya pasrah.

Dan perjuangannya setelah operasi tentu tidak akan berhenti sampai disitu saja. Ia masih butuh uluran tangan banyak orang untuk bisa bangkit dan berdiri tegak agar bisa memulai langkahnya di keadaannya sekarang. Ia butuh kekuatan iman untuk menerima takdir selanjutnya yang akan Allah tetapkan untuknya.

Ya... ia harus mulai bersiap jika ternyata hal terburuk akan ia hadapi sebagai seorang istri. Ia seharusnya mulai menguatkan diri dan bathinnya jika sekiranya keadaannya sekarang, kelak akan menjadi alasan bagi sang suami untuk mencari pendamping lain dengan dalih untuk memperoleh keturunan dimana kini ia tak sanggup lagi memberinya. Ah, semoga hal tersebut tidak terjadi.

Untukmu wanita tegar yang tak pernah kujumpa dan tak kukenal, semoga Allah senantiasa menjaga dan memeliharamu, juga menguatkan engkau dalam menjalankan hari-harimu sebagai seorang istri meski tidak akan mungkin lagi bisa menjadi seorang ibu dalam arti yang sesungguhnya.

Yakinlah... Allah telah memilihmu untuk menerima cobaan ini karena engkau bisa dan sanggup menjalaninya serta bersabarlah atas cobaan yang telah Ia tetapkan atasmu agar engkau memperoleh pahala yang telah Allah janjikan atas keadaanmu.

Dari Abu Said dan Abu Hurairah bahwasanya kedua orang sahabat itu pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada penderitaan, kesengsaraan, sakit, kesedihan bahkan juga kekalutan yang menimpa seorang mukmin, melainkan dengan semua itu dihapuskan sebagian dosanya.” ( HR. Muslim).

Sengkang, 24 november 2015


*untukmu, seorang wanita tegar di sana.

2 komentar

  1. akh sungguh wanita yg tegar ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, dan tidak semua bisa seperti dia.
      Terimakasih yaa sudah meninggalkan jejak 😊

      Hapus