Menang lotre.

Selasa, 03 Mei 2011

Seperti biasa, setiap malam ku buka email, memeriksa surat-surat yang masuk.
Hari ini ada 4 surat masuk dan salah satunya sungguh membuat suprise.
Betapa tidak, pesan tersebut menyebutkan bahwa aku memenangkan sejumlah uang yang sangat besar. 25 juta dollar! Bayangin... hari gini dapat duit sebanyak itu.... wuih...rasanya seperti gak menginjak tanah!

Petama membaca labelnya, aku sempat mengernyitkan kening, ini dari mana yaa. Perasaan selama ini aku gak pernah ikut undian apapun, koq tiba-tiba dapat rezeki yang super mengejutkan begini. Ini sungguh membuat aku "melayang", membayangkan sejumlah uang yang gak pernah terlintas dalam benakku tuk memilikinya. Bayangkan...25 juta dollar... dimasa sulit ini, kalau dikalikan rp.8500 per $1, berarti dapat 212.500.000.000 uang rupiah. Coba hitung...banyak kan nol nya...!



Baru ngitung nolnya aja dah bingung, apalagi kalau megang duitnya....! Dengan duit sebanyak itu aku bisa beli rumah, bangun mesjid untuk amal (hmm hmm), atau apa saja yang kumau.Pokoknya semua yang muluk-muluk sudah menari nari di benakku. Bahkan sekarang aku dah bisa nyaingi si Gayus dan Melinda Dee... hahahaha


Kubaca terus pesan itu, bikin perasaanku gak karuan aja. Antara gak percaya, penasaran, bingung dan banyak rasa yang gak tau tuk dikatakan.Kutelusuri lagi kata demi kata pemberitahuan itu, mencoba meyakinkan diri bahwa ini benar.Tapi dinilai dari mana yaa...kok aku bisa terpilih sebagai salah satu pemenang penghargaan dari sekian banyak pengguna email di seluruh dunia. Kucoba telusuri lagi pesan tersebut, ohh...ternyata emailku masuksebagai pemenang kategori pertama dengan nomor keberuntungan 5-13-33-37-42.

Ah...betapa beruntungnya aku, karena termasuk salah satu dari 4 orang pemakai email di seluruh dunia yang berhak memperoleh hadiah peringkat pertama yang totalnya berjumlah $100 juta, artinya aku berhak dapat $25 juta! Menurut sipenyelenggara, ini adalah program tahunan yang diadakan sebagai penghargaan kepada para pengguna email, sekaligus sebagai salah satu kegiatan untuk memberantas kemiskinan di dunia.
Eh....artinya aku termasuk penduduk dunia yang miskin di dunia yaa...hikhikhik.

Penasaran,kucoba menghubungi orang yang kuanggap tahu tentang masalaini. Dan seperti janjian, hampir semua nomor yang kuhubungi sedang sibuk. Untunglah setelah beberapa kali mencoba akhirnya ada juga teman yang menjawab panggilanku.

"Assalamu alaikum" sapaku.
"Wa alaikummussalam" jawab teman di seberang sana.
"Maaf ya...aku mau bicara sebentar, apa sempat?" tanyaku.
"Oh, iya...silahkan. Gak masalah koq!"
Lalu kuceritakan padanya tentang email yang kuterima tadi dengan hati yang berbunga bunga. (tentunya pakai nada yang riang gembira)...

Dan setelah kuceritakan semua isi pesan yang kuterima, teman tersebut lalu menceritakan pula tentang pengalaman yang sama. Diapun mengalami seperti apa yang kurasa. Bahkan yang lebih parah, teman tadi malah sempat meladeni pesan tersebut dan memenuhi semua permintaan fihak penyelenggara. Temanku ini disuruh ngisi blangko isian yang katanya untuk memudahkan pengambilan dana nantinya, dan fihak yang mengirim email ini berperan sebagai orang ketiga untuk membantu mencairkan dana yang berjumlah ratusan milyar tersebut dengan perjanjian 30% diberikan kepada fihak ketiga tadi.

"Pokoknya nggak usah diladeni deh, itu pasti penipuan."
"Tahu nggak,dulu aku hampir lho kena batunya" lanjutnya.
"Masa iya, gimana ceritanya..." tanyaku penasaran.

Akhirnya berkisahlah temanku itu, bahwa sesudah mengisi blanko tersebut, akhirnya sang penyelenggara undian akan bertubi-tubi mengirimi pesan dengan alasan yang bermacam-macam yang ujung ujungnya adalah permintaan sejumlah dana dengan berbagai alasan. Wuih...ternyata sungguh banyak cara yang dilakukan penipu yaa, mulai dari SMS yang papa minta pulsa, nomor telpon rumah yang dapat hadiah doorprize dsb.

Alhamdulillah, aku masih dilindungi Allah dari keisengan sang penipu ini. Untungnya aku masih diberi fikiran yang jernih untuk mencari informasi kepada orang yang ku anggap lebih mengetahui. Barangkali, sang penyelenggara tau yaa... kalu aku awam dengan masalah ini ,sehingga mereka mengirimi aku pesan tersebut.

Dan pesan temanku itu, kalau dapat email seperti itu agar diabaikan saja, karena setelah mendapat pesan yang seperti ini, bisa dipastikan akan ada lagi pesan serupa yang masuk ke inbox, dan bukan hanya berbahasa Inggris saja, sekarang malah pakai bahasa indonesia.Ihh... barangkali mereka kesal, kalau pake bahasa inggris banyak yang nggak ngerti jadi nggak di gubris.

Temanku ini malah sempat mengutarakan keheranannya, kok bisa yaa...mereka tau alamat email kita, jangan - jangan.... (silahkan tebak sendiri deh!).
Ih...kayak pesan SMS aja..., pesan papa minta pulsa nggak diladeni, berikutnya akan ada pesan anak yatim yang minta pulsa...(tapi kok bisa punya HP yaaa!)hehehe

Ah...syukurnya aku punya teman yang bisa ditempati bertanya, mau menjawab dan memberi peringatan.Mudah mudahan apa yang kuceritakan ini bisa bermanfaat bagi siapapun. Dan bagi teman-teman, jika menerima pesan apapun yang menjanjikan sejumlah hadiah, ada baiknya untuk lebih berhati hati dan memeriksa kebenaran berita tersebut. Pokoknya jangan malu deh nyari informasi dan bertanya kepada siapa yang kita anggap lebih mengetahui hal tersebut.








7 komentar

  1. ya jgn dipercaya. biasanya ada buntutnya tuh....

    BalasHapus
  2. emang benar...buktinya, hari ini aku dimintain sumbangan dana melalui email ku hehehe.

    BalasHapus
  3. saya memang belum pernah buktiin, tapi apa semestinya kita ngecek dulu benar gak-nya? soalnya saya juga belum nemu cerita tentang korban penipuan email spam itu. nah gimana tuh

    BalasHapus
  4. yah,setuju ama yang lain...tapi banyangin uangnya,kagak nahan.....

    BalasHapus
  5. @ amaq shofia : teman tempat saya bertanya malah sempat ngirim dana ratusan ribu ke fihak yang ngirim email, dan hasilnya yah...kecewa!
    Sekarang emang harusnya kita harus lebih berhati2 terhadap segala macam bentuk penipuan.


    @I-one : pertama dapat email tersebut sempat agak gemetaran juga bayangin duit segitu banyak. Untung teman yang aku tanya bisa meyakinkan tentang penipuan tersebut. Dan betul saja, hampir tiap minggu aku dapat pesan email tentang permintaan sumbangan, donatur kemanusiaan atau menang undian yang serupa. Wuih....

    BalasHapus